UNIFIL: Serangan Militer Israel ke Lebanon Langgar Hukum Internasional
Juru Bicara Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) mengkhawatirkan dampak serangan rezim Zionis di Lebanon, dan menilainya sebagai bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional.

Pada Kamis pagi, rezim Zionis menargetkan Al Nabatieh di Lebanon selatan yang menewaskan 11 warga sipil.
Pada Rabu malam, sebuah keluarga Lebanon yang terdiri dari seorang ibu dan 2 orang anak gugur akibat serangan udara rezim Zionis di daerah Al-Swaneh.
Menurut saluran TV Al Jazeera, Andrea Tenenti, Juru Bicara UNIFIL hari Kamis (15//2/2024) mengatakan, "Dalam beberapa hari terakhir, serangan di Lebanon selatan oleh rmiliter israel telah mengkhawatirkan dan meningkatkan eskalasi konflik yang menelan banyak nyawa, termasuk anak-anak, dan menyebabkan banyak kerusakan. Hal ini alkan menghancurkan rumah-rumah dan infrastruktur publik serta membahayakan mata pencaharian ribuan warga sipil di Lebanon selatan,".
"Serangan yang menargetkan warga sipil merupakan pelanggaran hukum internasional dan kejahatan perang," kata Jubir UNIFIL
Pada Rabu malam, jet tempur rezim Zionis membombardir wilayah selatan Lebanon, termasuk desa Adshit, Al-Shahabiya, Al-Sawaneh, Al-Jobor dan Iqlim Al-Tuffah.
Menanggapi serangan rezim Zionis, Hizbullah Lebanon menargetkan pangkalan militer Israel di utara wilayah pendudukan.(PH)