Mengapa Gencatan Senjata di Gaza Membuat Marah dan Membingungkan Sekutu Netanyahu?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i170938-mengapa_gencatan_senjata_di_gaza_membuat_marah_dan_membingungkan_sekutu_netanyahu
CNN menganalisis bahwa persetujuan rezim Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Gaza baru-baru ini telah mengungkap perpecahan yang mendalam di dalam rezim Zionis yang dapat mengancam gencatan senjata dan masa depan politik Benjamin Netanyahu.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 20, 2025 07:32 Asia/Jakarta
  • Mengapa Gencatan Senjata di Gaza Membuat Marah dan Membingungkan Sekutu Netanyahu?

CNN menganalisis bahwa persetujuan rezim Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Gaza baru-baru ini telah mengungkap perpecahan yang mendalam di dalam rezim Zionis yang dapat mengancam gencatan senjata dan masa depan politik Benjamin Netanyahu.

Tehran,Parstoday- Ketika beberapa menteri kabinet Israel, termasuk Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel telah menentang keras perjanjian dengan Hamas, bahkan Ben-Gvir mengundurkan diri dari kabinet, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar telah mengakui bahwa mereka belum mencapai tujuan perang dan terpaksa menyetujui perjanjian dengan Hamas.

Mike Craver dalam sebuah analisis di CNN menulis,"Jangan biarkan fakta bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata di Gaza membodohi Anda. Ada perpecahan yang mendalam dalam politik Israel yang dapat mengancam kelanjutan perjanjian ini".

"Netanyahu kini telah menyetujui perjanjian gencatan senjata, meskipun ia mengklaim pada bulan Februari tahun lalu mengenai perjanjian serupa. Kami tidak berkomitmen pada tuntutan ilusi Hamas mana pun. Saya katakan kepada Antony Blinken (Menteri Luar Negeri AS) bahwa kita hampir mendekati kemenangan penuh," tegasnya.

Posisinya menunjukkan bahwa rezim Zionis telah menyetujui perjanjian gencatan senjata saat ini, meskipun tidak mencapai satu pun tujuannya dalam perang Gaza.

Analis CNN secara terbuka mengakui hal ini dan menulis, "Perjanjian yang diusulkan yang dikritik (Netanyahu) mencakup gencatan senjata multi-fase, penarikan pasukan Israel secara bertahap, dan pembebasan ratusan tahanan Palestina. Inilah hal-hal yang kini telah diterima Netanyahu".

"Meskipun Hamas telah melemah, Israel belum mencapai 'kemenangan penuh' yang dijanjikan Netanyahu sejak lama," tambahnya.

Analis CNN melanjutkan bahwa sekutu ekstremis Netanyahu di kabinet bingung dengan mundurnya dia secara tiba-tiba dari jabatannya.

Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri kabinet Israel pada hari Jumat menanggapi perjanjian gencatan senjata dengan mengatakan,"Saya akan meninggalkan kabinet karena perjanjian yang ditandatangani itu bersifat bencana."

Analis CNN menulis, "Ben-Gvir telah mengatakan, jika perjanjian gencatan senjata dan pembebasan sandera dilaksanakan, partainya, yang dikenal sebagai partai Kekuatan Yahudi, akan menarik diri dari koalisi dengan Netanyahu di kabinet. Kepergiannya saja tidak akan cukup untuk menggulingkan kabinet Netanyahu.

Tetapi yang dapat menggulingkan kabinet adalah jika Menteri Keuangan Bezalel Smotrich juga bergabung dengan Ben-Gvir ikut meninggalkan koalisi Netanyahu. Smotrich, yang juga seorang nasionalis sayap kanan, ingin memastikan bahwa perdamaian di Gaza tidak permanen, dan Israel kembali berperang setelah berakhirnya gencatan senjata 42 hari yang seharusnya mengarah pada pembebasan 33 sandera.(PH)