Mengapa Israel Gagal Menyingkirkan Iran di Kawasan, Begini Penjelasan Aljazeera
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i182828-mengapa_israel_gagal_menyingkirkan_iran_di_kawasan_begini_penjelasan_aljazeera
Pusat Studi Jaringan Televisi Al Jazeera menyatakan bahwa rezim Zionis Israel, meskipun membuka beberapa front militer secara bersamaan, tidak hanya gagal meraih keunggulan strategis yang berkelanjutan, tetapi juga gagal mencapai tujuan utamanya untuk menyingkirkan Iran sebagai kekuatan regional. Sebaliknya, Israel justru semakin terjerumus ke dalam isolasi politik.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Des 23, 2025 12:40 Asia/Jakarta
  • Mengapa Israel Gagal Menyingkirkan Iran di Kawasan, Begini Penjelasan Aljazeera

Pusat Studi Jaringan Televisi Al Jazeera menyatakan bahwa rezim Zionis Israel, meskipun membuka beberapa front militer secara bersamaan, tidak hanya gagal meraih keunggulan strategis yang berkelanjutan, tetapi juga gagal mencapai tujuan utamanya untuk menyingkirkan Iran sebagai kekuatan regional. Sebaliknya, Israel justru semakin terjerumus ke dalam isolasi politik.

Tehran, Parstoday- Pusat Studi Al Jazeera dalam sebuah analisis strategis yang menelaah dampak perang-perang pasca 7 Oktober 2023 menulis bahwa Israel setelah operasi “Badai Al-Aqsa” berupaya mengubah keseimbangan kekuatan kawasan dengan memperluas medan perang dari Gaza ke Lebanon, Yaman, Suriah, bahkan Iran.

Strategi ini oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut sebagai upaya “mengubah Timur Tengah”. Namun demikian, capaian Tel Aviv hanya terbatas pada pelemahan sementara lawan-lawannya dan tidak berhasil diwujudkan menjadi dominasi strategis yang berkelanjutan.

Laporan tersebut menegaskan bahwa perang di Gaza tidak hanya gagal memulihkan daya tangkal Israel, tetapi justru mengungkap kelemahan keamanan yang mendalam dalam struktur rezim ini. Meski terjadi kehancuran luas dan bencana kemanusiaan, Israel tidak mampu sepenuhnya mengalahkan Hamas atau menguasai Jalur Gaza secara menyeluruh. Perlawanan Palestina tetap menjadi aktor utama dalam dinamika Gaza.

Al Jazeera juga mencatat bahwa di front Lebanon dan Yaman, meskipun Hizbullah dan Ansarullah mengalami kerugian, mereka tetap mempertahankan kemampuan pemulihan, basis dukungan sosial, serta kapasitas untuk terus memainkan peran regional. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan tekanan militer maksimum tidak menghasilkan efek deterrence sebagaimana yang diharapkan Tel Aviv.

Dalam bagian penting laporan tersebut ditegaskan bahwa Israel memanfaatkan perang untuk memberikan tekanan terhadap Iran. Namun, meskipun terjadi serangan langsung dan tidak langsung sepanjang tahun 2025, Iran mampu mempertahankan pengetahuan strategis, kapasitas-kapasitas kunci, serta posisinya sebagai kekuatan regional. Menurut Al Jazeera, konfrontasi ini memang menyingkap sejumlah titik lemah, tetapi tidak berujung pada tersingkirnya Iran dari persamaan kekuatan kawasan.

Dalam kesimpulannya, Al Jazeera menyatakan bahwa hasil akhir dari rangkaian perang tersebut adalah semakin dalamnya isolasi Israel, terhentinya proses normalisasi, serta terbentuknya Asia Barat yang lebih tidak stabil. Sebuah kawasan di mana kekuatan telah terdistribusi ulang, tetapi tatanan regional baru yang stabil belum juga terbentuk.(PH)