Al-Sudani Mendukung Pencalonan Nouri Al-Maliki untuk Jabatan PM Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i183906-al_sudani_mendukung_pencalonan_nouri_al_maliki_untuk_jabatan_pm_irak
Pars Today - Jaringan televisi Arab Saudi, Al-Hadath mengumumkan bahwa Perdana Menteri Irak Mohammed Shia' Al-Sudani mendukung pencalonan Nouri Al-Maliki, pemimpin koalisi Pemerintahan Hukum untuk jabatan perdana menteri Irak.
(last modified 2026-01-11T05:22:56+00:00 )
Jan 11, 2026 12:20 Asia/Jakarta
  • Mohammed Shia' Al-Sudani dan Nouri Al-Maliki
    Mohammed Shia' Al-Sudani dan Nouri Al-Maliki

Pars Today - Jaringan televisi Arab Saudi, Al-Hadath mengumumkan bahwa Perdana Menteri Irak Mohammed Shia' Al-Sudani mendukung pencalonan Nouri Al-Maliki, pemimpin koalisi Pemerintahan Hukum untuk jabatan perdana menteri Irak.

Menurut laporan IRNA pada Minggu (11/01/2026) pagi, saluran televisi Al-Hadath Arab Saudi, mengutip sumber yang mengetahui informasi ini tapi tidak menyebutkan namanya, menambahkan, "Mohammed Shia' Al-Sudani mendukung pencalonan Nouri Al-Maliki untuk jabatan Perdana Menteri Irak.

Sumber itu menambahkan, "Koalisi Kerangka Koordinasi Syiah Irak akan mempertimbangkan kembali penarikan diri Mohammed Al-Sudani dari pencalonan untuk jabatan perdana menteri Irak dan mendukung Nouri Al-Maliki untuk jabatan itu.

Sebelumnya, pada 9 Januari 2026, Uday Abdul Hadi, anggota Kerangka Koordinasi Politik Syiah Irak, berbicara tentang pengenalan calon perdana menteri yang akan segera dilakukan dalam beberapa hari mendatang dan membatasi nama-nama tersebut menjadi tiga orang.

Seorang anggota Kerangka Koordinasi Politik Syiah mengatakan bahwa calon saat ini terbatas pada tiga orang, termasuk Nouri al-Maliki. Diharapkan situasinya akan menjadi lebih jelas dalam beberapa hari mendatang hingga salah satu dari ketiganya ditentukan.

Menurut Abdul Hadi, "Kesepakatan tentang calon konsensus sudah sangat dekat dan kesepakatan ini mungkin akan tercapai dalam beberapa hari mendatang."

Di sisi lain, Amer Al-Fayez, kepala faksi Keputusan di parlemen Irak merujuk pada pertemuan antara Nouri Al-Maliki, kepala koalisi Negara Hukum, dan Perdana Menteri Irak Muhammad Shia' Al-Sudani, menyebut pertemuan itu sebagai usulan dari kerangka koordinasi, dan menambahkan bahwa itu sejalan dengan mekanisme untuk memilih perdana menteri berikutnya.

Ia berkata, "Beberapa pihak dalam kerangka koordinasi menginginkan kelanjutan kepemimpinan perdana menteri Al-Sudani, sementara yang lain menganggap Maliki sebagai pilihan yang tepat. Di antara nama-nama yang diusulkan untuk jabatan perdana menteri adalah Hamid Al-Shatri, Abdul Hussein Abtan, Ali Shukri, Mohammed Sahib Al-Daraji, dan Basem Al-Badri.

Ketua faksi Keputusan di parlemen Irak menambahkan, "Daftar kandidat akan mengalami perubahan, beberapa mungkin akan dieliminasi dan beberapa nama lain mungkin akan diusulkan di masa mendatang. Kerangka koordinasi beroperasi sesuai dengan mekanisme yang sukses di mana semua kelompok berpartisipasi, dan tidak ada kebutuhan untuk pilihan alternatif saat ini."

Al-Fayez mengatakan, "Otoritas keagamaan tidak ikut campur dalam pemilihan perdana menteri, dan perdana menteri masa depan akan berasal dari dalam kerangka koordinasi."(sl)