Bagaimana Inggris memandang peran Iran di Yaman?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i18604-bagaimana_inggris_memandang_peran_iran_di_yaman
Bagaimana Inggris memandang peran Iran di Yaman? Ini adalah pertanyaan yang menjadi tajuk wawancara khusus koran Al-Sharq Alawsat terbitan London pada edisi Senin (22/8), dengan Duta Besar Inggris untuk Yaman, Edmund Brown.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 23, 2016 23:23 Asia/Jakarta
  • Bom-bom kluster
    Bom-bom kluster

Bagaimana Inggris memandang peran Iran di Yaman? Ini adalah pertanyaan yang menjadi tajuk wawancara khusus koran Al-Sharq Alawsat terbitan London pada edisi Senin (22/8), dengan Duta Besar Inggris untuk Yaman, Edmund Brown.

Dubes Inggris di Sanaa dalam menjawab pertanyaan tersebut mengatakan “Terdapat laporan bahwa Iran mengirim senjata ke Yaman, ini sangat mengkhawatirkan dan Iran harus dimotivasi untuk menunjukkan dapat berperan konstruktif dalam menyelesaikan krisis Yaman.”

 

Menurut klaim pejabat Inggris ini, kebijakan London adalah mendukung persatuan, kedaulatan dan independensi Yaman. Ditambahkannya, “Kami mendorong semua kelompok di Yaman untuk mencapai tujuan mereka melalui perundingan damai dan pengabaian kekerasan.”

 

Namun sejatinya alih-alih bermain kata dan mengulangi klaim ambigu serta bersandar pada laporan tidak berdasar, pejabat Inggris ini cukup merunut kembali politik anti-kemanusiaan Inggris dan menjawab pertanyaan para anggota partai rendah negaranya, soal penggunaan senjata Inggris dalam pembantaian warga Yaman.  

 

Beberapa hari lalu, kontroversi kembali menggelegar di media massa  Inggris soal penggunaan bom-bom pintar Inggris di Yaman.

 

Koran Observer pada Ahad (21/8) menulis, pabrik Rayton di Inggris dan Skotlandia memproduksi bom-bom pintar yang kemampuannya telah terbukti di semua perang besar.

 

Koran The Guardian dalam hal ini menulis, “Inggris memberikan bantuan obat-obatan dan makanan kepada rakyat Yaman dengan satu tangan, dan memberikan persenjataan, amunisi dan teknologi militer kepada Arab Saudi dan sekutunya untuk menyerang Yaman dengan tangan lain.”

 

Lebih lanjut The Guardian menyebutkan, “Sejak dimulainya bentrokan di Yaman sejak Maret 2015, Inggris telah merilis 37 ijin ekspor paket militer  dan senjata  ke Arab Saudi. Pada tahun 2015, Inggris juga menyepakati penjualan senjata ke Arab Saudi senilai 3,5 miliar pound."

 

Inggris pada akhir tahun 2014 menandatangani konvensi penjualan senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebuah kesepakatan di mana para penandatangannya wajib menghentikan ekspor senjata ke setiap negara atau kelompok yang berpotensi melanggar hak asasi manusia, kebebasan dan ketentuan internasional.

 

Amnesti Internasional juga dalam surat yang dilayangkan kepada PM Inggris menuntut agar segera menyelidiki penggunaan bom-bom kluster BL-755 ke sebuah desa di utara Yaman.

 

Bom kluster BL-755 didesain untuk dipasang pada pesawat Tornado produksi Inggris. Pasukan Arab Saudi menggunakan bom kluster tersebut dalam serangan udaranya ke Yaman. Senjata ini diproduksi pada dekade 1970 di sebuah perusahaan senjata bernama Hunting Engineering di Bradford Shire, timur Inggris. Padahal PBB telah melarang penggunaan bom jenis ini di lebih dari 100 negara dunia.

 

Inggris sejak 1980 hingga 1990, telah banyak mengekspor bom kluster kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, salah satu anggota koalisi agresor ke Yaman besutan Arab Saudi. Daam serangan brutal Riyadh yang umumnya menarget warga sipil.  Lebih dari 9.000 orang terluka  dan 500 orang lainnya menjadi tewas di Yaman.

 

Inggris sebagai pemasok utama persenjataan untuk koalisi agresor Arab Saudi dan kroninya ke Yaman, harus memberikan jawaban tegas dalam hal ini. Padahal parlemen Eropa telah menetapkan resolusi larangan penjualan senjata kepada rezim pembunuh anak-anak Yaman. Politik anti-kemanusiaan Inggris dan mencari ikan di air keruh Yaman. (MZ)