Mantan PM Israel Mengakui Kegagalan AS-Zionis Menyerang Iran
-
Ehud Barak, mantan Perdana Menteri Israel
Pars Today - Mantan Perdana Menteri Zionis Israel mengakui bahwa Amerika Serikat dan Israel telah mencapai kebuntuan dalam serangan terbaru mereka ke Iran, dan memperingatkan bahwa kelanjutan perang dapat menyeret Tel Aviv ke “tahap kegagalan strategis”.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Ehud Barak, mantan Perdana Menteri Rezim Zionis, dalam sebuah wawancara kontroversial dengan saluran televisi Israel 13, menyerang cara pelaksanaan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, dan membuat pengakuan yang mendapat direaksi luas di media-media Israel dan memicu gelombang kemarahan dan kritik di Tel Aviv.
Dalam wawancara tersebut, dengan mengacu pada situasi di lapangan, Barak memperingatkan bahwa Israel telah memasuki tahap yang dia gambarkan sebagai “perubahan arah”. Sebuah tahap yang menurutnya dapat menyebabkan “kegagalan strategis” bagi Tel Aviv dan Washington.
Menyatakan bahwa membuka Selat Hormuz “tidak mungkin”, ia berkata, “Jangan berbohong kepada kami lagi. Kita tidak bisa membuka Selat Hormuz, dan kita tidak bisa menghancurkan kekuatan nuklir dan rudal Iran!”
Pejabat Zionis itu, dengan menekankan kegagalan Amerika Serikat dan Israel dalam perang selama setengah abad terakhir, menambahkan, “Kita telah memasuki tahap perubahan dan transformasi. Jika kita tidak tahu bagaimana keluar dari sana, kita akan berakhir dengan negosiasi dengan persyaratan yang lebih buruk dari sebelumnya atau bahkan kegagalan.”
Mantan Perdana Menteri rezim Zionis juga mengatakan bahwa strategi Iran dalam menyerang dan bertahan secara sistematis telah diabaikan dalam penilaian Israel.
Ia menekankan bahwa kelalaian ini dapat memiliki konsekuensi serius bagi Tel Aviv.
Namun, wawancara Barak dengan saluran televisi 13 rezim Zionis dengan cepat memicu kontroversi di media Israel. Saluran “Seven” rezim Zionis melaporkan bahwa “pendukung Iran telah menyambut baik wawancara ini”. Beberapa analis Israel juga memperingatkan bahwa pernyataan Barak mengirimkan “pesan yang meremehkan kemampuan pengambilan keputusan Israel” kepada dunia.
Selain itu, dilaporkan bahwa video wawancara tersebut, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Inggris, telah mendapat liputan luas di media sosial dan memicu kemarahan para Zionis.
Suasana internal Wilayah Pendudukan juga menyaksikan demonstrasi luas setiap hari terhadap Netanyahu karena serangan dan kelanjutan perang dengan Iran. Para pengunjuk rasa yang mengatakan bahwa janji Netanyahu tentang “kemenangan cepat” adalah kosong dan bahkan sistem pertahanan udara tidak dapat menjamin keamanan mereka.(sl)