Ratusan Penduduk Gaza Shalat Jumat di Masjid al-Aqsa
Ratuan warga Jalur Gaza menunaikan shalat Jumat di Masjid al-Aqsa meskipun aparat keamanan rezim Zionis menerapkan langkah-langkah keamanan ketat.
Menurut kantor berita Qodsna, ribuan warga Palestina termasuk 250 penduduk Gaza menunaikan shalat Jumat di Masjid al-Aqsa pada Jumat (26/8/2016).
Ratusan penduduk Gaza masuk ke Masjid al-Aqsa melalui penyeberangan Beit Hanoun di utara Gaza meskipun diberlakukan keamanan ketat oleh Israel.
Aparat keamanan Israel membuka penyeberangan Beit Hanoun hanya pada hari Jumat dan membatasi jumlah warga yang ingin shalat di Masjid al-Aqsa.
Setiap pekan, rezim Zionis memberlakukan pembatasan ketat terhadap para jemaah Palestina yang ingin masuk ke Masjid al-Aqsa.
Rezim penjajah al-Quds ini tidak mengizinkan orang-orang yang berusia di bawah 45 tahun untuk masuk ke Kiblat Pertama umat Islam itu.
Pemberian izin kepada penduduk Gaza untuk shalat di Masjid al-Aqsa merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) dan Israel yang mengakhiri perang 50 hari di Gaza tahun 2014.
Sheikh Mohammed Salim, Khatib Shalat Jumat di Masjid al-Aqsa dalam khutbahnya mengatakan, Masjid al-Aqsa masih dalam bahaya serangan dan kejahatan rezim Zionis.
Ia menambahkan, Zionis tidak menerima fakta bahwa Masjid al-Aqsa tidak dapat dibagi. Menurutnya pernyerbuan terhadap Masjid al-Aqsa bertentangan dengan hukum internasional dan moral.
Para pemukim Zionis yang didukung aparat keamanan Israel sering menyerbu Masjid al-Aqsa dan bentrok dengan para jemaah shalat Palestina.
Penyerbuan terhadap kiblat pertama umat Islam itu meningkat menyusul seruan dari kelompok-kelompok dan organisasi ekstrem Yahudi. (RA)