WP: Perang Netanyahu Dorong Israel ke Isolasi Global & Kehancuran Militer
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i190516-wp_perang_netanyahu_dorong_israel_ke_isolasi_global_kehancuran_militer
Pars Today - Surat kabar Washington Post dalam sebuah laporan menulis bahwa perang Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu terhadap Gaza, Lebanon, Suriah, Iran, dan Yaman, telah menempatkan Israel pada jalur menuju kehancuran militer, kekalahan strategis, dan isolasi global.
(last modified 2026-05-28T08:14:03+00:00 )
May 28, 2026 15:13 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu
    Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu

Pars Today - Surat kabar Washington Post dalam sebuah laporan menulis bahwa perang Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu terhadap Gaza, Lebanon, Suriah, Iran, dan Yaman, telah menempatkan Israel pada jalur menuju kehancuran militer, kekalahan strategis, dan isolasi global.

Netanyahu, kata laporan itu, setelah serangan 7 Oktober 2023 (Operasi Badai Al-Aqsa), telah meninggalkan kebijakan pencegahan yang terbatas. Dengan mengejar perang yang berkelanjutan, ia berusaha mendesain ulang peta Asia Barat. Namun, pendekatan ini tidak hanya gagal mencapai tujuannya, tetapi juga mengurangi dukungan global terhadap rezim Zionis.

Tujuan Netanyahu di Iran, termasuk menghancurkan program nuklir damai dan menggulingkan sistem telah gagal. Sebaliknya, Tehran merespons dengan menguasai Selat Hormuz.

Rezim Zionis sekarang secara berbahaya bergantung pada dukungan militer AS, sementara popularitasnya di dalam negeri AS sendiri merosot ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Laporan itu menyimpulkan bahwa upaya Netanyahu untuk mencapai keamanan absolut hanya melalui kekuatan militer telah menjadi bumerang, mengikis keamanan dan kemampuan rezim Israel dalam jangka panjang.

Sebelumnya, Washington Post melaporkan bahwa AS telah meluncurkan sebagian besar rudalnya untuk melindungi Zionis selama agresi bersama melawan Iran yang mengakibatkan penurunan drastis stok rudal canggih AS.

Media AS sendiri kini mulai mengakui pahitnya hasil perang. Israel tidak hanya gagal mengubah Iran, tetapi juga kehabisan peluru (bahkan dari AS). Kini, yang tersisa adalah negara yang bergantung pada AS, tetapi rakyat AS sendiri sudah mulai muak. Akankah pemilu berikutnya menjadi titik balik di mana dukungan terhadap Israel menjadi beban politik?

Dulu mereka membanggakan "Timur Tengah Baru". Kini yang tersisa adalah "Israel yang Terisolasi". Perang habis-habisan yang dikobarkan Netanyahu hanya menghasilkan tumpukan rudal yang habis, tentara yang lelah, dan simpati yang luntur. Dulu dukungan AS mengalir deras; kini rakyat AS sendiri mulai bertanya: "Sampai kapan kami harus membayar untuk petualangan Zionis?"(Sail)