Axios: AS Khawatir dengan Peran Destruktif Netanyahu dalam Kesepakatan dengan Iran
-
Benjamin Netanyahu, PM Israel
Pars Today – Sebuah media Amerika sekali lagi merujuk pada kemungkinan peran Perdana Menteri rezim Zionis dalam masalah kesepahaman dengan Iran, dan menambahkan bahwa pejabat Amerika khawatir tentang peran destruktif Netanyahu dalam kesepakatan ini.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr, situs berita Axios, mengutip sumber-sumber dan pejabat Amerika, melaporkan bahwa di Washington terdapat kekhawatiran bahwa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, akan memainkan peran sebagai pengganggu bahkan jika kesepakatan difinalisasi.
Situs berita ini juga merujuk pada rincian panggilan telepon pada Kamis (11/6) malam antara Donald Trump, Presiden AS, dengan Netanyahu, dan menambahkan bahwa dalam panggilan telepon ini, Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa "kesepakatan dengan Iran 'sangat baik' dan sudah waktunya untuk mengakhiri perang."
Berdasarkan laporan Axios, Trump mengklaim kepada Netanyahu bahwa ia mengharapkan kesepakatan dengan Iran akan difinalisasi dalam beberapa hari ke depan.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Netanyahu dalam panggilan tersebut menyadari bahwa ia tidak dapat menghalangi Trump mencapai kesepakatan dengan Iran.
Juga dilaporkan bahwa pesan Trump di media sosial tentang pencapaian kesepakatan dengan Iran mengejutkan Netanyahu.
Axios, mengutip sumber lain, melaporkan bahwa Netanyahu mendapati dirinya di luar proses negosiasi dan menghubungi sekutunya di Washington untuk mendapatkan informasi.
Sementara itu, seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios: "Gedung Putih yakin bahwa Israel pada akhirnya akan menyetujui gencatan senjata."
Laporan ini juga mengutip sumber-sumber yang mengklaim bahwa Trump pada saat-saat terakhir mencegah pelaksanaan serangan besar-besaran Israel terhadap infrastruktur dan fasilitas energi Iran.
Seorang pejabat AS di akhir pernyataannya dalam wawancara dengan Axios mengklaim: "Jika Hizbullah menembakkan rudal ke Israel dan Iran terus mempersenjatai kelompok ini, tindakan seperti itu akan bertentangan dengan ketentuan kesepakatan." (MF)