Intifada Al Quds Berlanjut, Israel Semakin Takut
Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata rezim Zionis Israel mengaku khawatir dengan berlanjutnya Intifada Al Quds rakyat Palestina anti-Israel.
Pusat Informasi Palestina (19/2) melaporkan, Gadi Eizenkot, Kepala Staf Gabungan militer Israel mengaku cemas dengan berlanjutnya operasi-operasi perlawanan para pemuda Palestina di wilayah pendudukan.
Ia mengatakan, senjata-senjata yang dipakai warga Palestina saat ini adalah senjata tajam, namun semua memilikinya dan ini yang menyebabkan pemukim Zionis ketakutan.
Eizenkot menegaskan bahwa perang melawan Suriah dan Lebanon lebih mudah ketimbang melawan warga Palestina di di Tepi Barat.
"Para pejuang Palestina mampu merusak tatanan kehidupan para pemukim Israel," ujarnya.
Dalam sebuah operasi perlawanan hari Kamis petang, dua pemuda Palestina di Tepi Barat membunuh seorang pemukim Israel dan melukai seorang lainnya.
Sejumlah wilayah di Palestina pendudukan sejak awal Oktober 2015 dilanda gelombang demonstrasi warga Palestina yang memprotes kebijakan agresif Israel dan konspirasi merubah identitas Baitul Maqdis serta membagi Masjid Al Aqsa.
Militer Israel sejak pecahnya Intifada Al Quds, hingga kini telah menewaskan lebih dari 180 warga Palestina dan melukai atau menangkap sejumlah banyak lainnya.
Warga Palestina pun membalas kejahatan-kejahatan Israel. Sejak awal Oktober 2015 hingga kini, mereka telah membunuh 32 pemukim Zionis dan melukai sejumlah banyak lainnya. (HS)