Dubes Yaman: Budaya Iran di Pemakaman Sang Pemimpin, Bikin Dunia Terpana
-
Ibrahim ad-Dailami, Duta Besar Yaman di Tehran
Pars Today - Duta Besar Yaman di Tehran menyebut Imam Khamenei yang syahid sebagai simbol bagi para pejuang kemerdekaan, dan upacara perpisahan dengan beliau sebagai pesan penting tentang kemenangan.
Sebagaimana dilaporkan Tasnim News, 11 Juli 2026, Ibrahim ad-Dailami, Duta Besar Yaman di Tehran, dalam pernyataannya mengenai upacara agung perpisahan dengan Imam Khamenei yang syahid di Iran dan Irak, menyatakan bahwa rakyat Iran dan kepemimpinan negara ini berhasil memadukan kesyahidan dan kemenangan dalam sebuah panggung yang megah dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Ad-Dailami, dalam wawancara dengan koresponden situs Yaman Al-Masirah di Tehran, mengungkapkan bahwa setelah upacara yang megah dan menginspirasi ini, kawasan akan menyaksikan perubahan dan pergeseran dalam sikap-sikap, dan medan juang serta perlawanan akan semakin diperkuat. Partisipasi delegasi Yaman dalam upacara besar ini merupakan penegasan atas hubungan mendalam antara Iran dan Yaman, terutama di tengah pengepungan musuh terhadap Yaman dan perkembangan pascaepik Badai Al-Aqsa.
Duta Besar Yaman menegaskan bahwa partisipasi jutaan orang dalam prosesi pemakaman jenazah Imam Khamenei yang syahid menunjukkan budaya bangsa Iran dan kemampuan organisasional mereka yang luar biasa. Semua delegasi asing yang hadir pun terpengaruh oleh budaya Iran ini.
Ia menyatakan dengan tegas bahwa pemimpin syahid umat Islam telah menjadi simbol bagi semua pejuang kemerdekaan di seluruh dunia, dan meninggalkan jejak yang tak tertandingi dalam dukungannya terhadap Poros Perlawanan.
Diplomat Yaman ini selanjutnya menyampaikan pesan kepada negara-negara Arab yang menyerahkan pengambilan keputusan mereka kepada musuh Amerika, seraya berkata, "Tinjaulah kembali perhitungan kalian, ubahlah perilaku kalian, dan ambillah pelajaran dari pemandangan-pemandangan yang menunjukkan bahwa Republik Islam Iran dan Poros Perlawanan memiliki kepemimpinan yang lebih kuat dan lebih tegas."
Ibrahim ad-Dailami mengingatkan bahwa upacara perpisahan dengan Imam Khamenei yang syahid merupakan penegasan atas penguatan persatuan front-front perlawanan, dan memaksa musuh untuk mengkaji ulang perhitungannya. Perubahan signifikan juga diharapkan terjadi dalam agenda politik kawasan, serta kemunduran hegemoni Amerika dan rezim Zionis demi keuntungan Poros Perlawanan.
Duta Besar Yaman di Iran selanjutnya menyinggung peran media-media perlawanan dalam melawan proyek Zionis, dan menegaskan bahwa media-media perlawanan berhasil membantah narasi musuh. Sementara itu, panggung-panggung yang berusaha mendistorsi wajah front-front juang dan Poros Perlawanan, hanyalah menjalankan narasi Amerika secara politis dan medial, yang kebohongannya telah sepenuhnya terbongkar.
Ia melanjutkan bahwa apa yang disebut oleh musuh Zionis sebagai "pencapaian" hanyalah upaya putus asa untuk meraih kemenangan palsu. Namun, waktu tidak berpihak pada kaum Zionis, dan pada tahap selanjutnya kita akan menyaksikan penguatan lebih lanjut hubungan antara front-front juang dan perlawanan. Negara-negara Arab dan Islam wajib mengikuti jalur juang dan perlawanan, serta memperkuat peran ini.
Ad-Dailami selanjutnya mengatakan bahwa sikap Amerika selalu dan tetap mendukung rezim Zionis dan kepentingannya. Namun, kini Amerika sendiri terpaksa mengakui bahwa setelah perkembangan terkini di kawasan, rezim ini telah menjadi beban besar bagi Amerika dan Eropa.
Duta Besar Yaman di akhir pernyataannya, dengan menekankan perlunya mundurnya rezim-rezim Arab dari kerja sama dengan musuh Zionis, menyatakan bahwa tidak boleh ada jalan penyelamatan bagi rezim Zionis yang zalim dan program-program ekspansionisnya di kawasan. Karena rezim ini kini berada dalam krisis besar, dan karena itulah ia menggunakan taktik tipu daya. Kesadaran di kalangan anak-anak umat Islam harus ditingkatkan.(Sail)