Sanaa Beri Ultimatum: Setiap Langkah Bodoh Riyadh, Akhir Gencatan Senjata
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i193090-sanaa_beri_ultimatum_setiap_langkah_bodoh_riyadh_akhir_gencatan_senjata
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Yaman, dengan merujuk pada perubahan peta kekuatan di kawasan, memperingatkan Arab Saudi mengenai konsekuensi dari setiap tindakan agresi.
(last modified 2026-07-13T08:44:37+00:00 )
Jul 13, 2026 14:46 Asia/Jakarta
  • Kementerian Luar Negeri Yaman
    Kementerian Luar Negeri Yaman

Pars Today - Kementerian Luar Negeri Yaman, dengan merujuk pada perubahan peta kekuatan di kawasan, memperingatkan Arab Saudi mengenai konsekuensi dari setiap tindakan agresi.

Sebagaimana dilaporkan Tasnim News, 13 Juli 2026, di tengah kelanjutan langkah-langkah Yaman untuk memecahkan blokade koalisi Saudi-Amerika dengan dukungan Iran, Kementerian Luar Negeri Yaman pada Minggu (12/7) malam mengeluarkan pernyataan bernada keras yang secara langsung memperingatkan rezim Saudi dan menyatakan bahwa persamaan politik dan militer di kawasan telah berubah. Setiap upaya untuk memberlakukan kembali blokade atau menargetkan fasilitas vital Yaman akan menghadapi respons keras, yang tanggung jawab penuhnya berada di pundak Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Yaman menegaskan bahwa Arab Saudi harus memahami bahwa tahun-tahun blokade terhadap Yaman telah berakhir secara tidak dapat ditarik kembali. Upaya untuk menerapkan tekanan ekonomi dan geografis baru tidak lagi efektif dan akan menghadapi perlawanan rakyat Yaman di lapangan.

Kementerian ini selanjutnya memperingatkan terhadap setiap gerakan yang menargetkan lalu lintas udara di Yaman, dan menyatakan bahwa rezim Saudi akan menanggung konsekuensi dari setiap tindakan bodoh yang dilakukan oleh mereka sendiri atau antek-antek mereka untuk memperketat blokade Bandara Internasional Sanaa.

Pernyataan itu selanjutnya menyebutkan bahwa upaya terus-menerus Riyadh untuk menghindari tanggung jawab langsungnya melalui antek-antek domestik telah sia-sia. Upaya rezim Saudi untuk bersembunyi di balik antek-anteknya kini lebih terbuka dari sebelumnya, karena masyarakat internasional dan rakyat Yaman kini sepenuhnya sadar siapa yang berada di balik gerakan-gerakan provokatif ini.

Kementerian Luar Negeri Sanaa, dalam kelanjutan pernyataannya, memperingatkan terhadap setiap langkah bodoh dari pihak agresor, dan menekankan bahwa setiap langkah yang diambil oleh rezim Saudi akan menjadi tembakan terakhir bagi fase de-eskalasi dan gencatan senjata. Hal ini akan membahayakan upaya mediasi regional dan internasional, serta membuka jalan bagi semua opsi yang tersedia bagi Yaman untuk merespons dalam membela hak-hak rakyatnya.

Sementara itu, Allamah Muhammad Muftah, Perdana Menteri Urusan Kemajuan Yaman, pada Jumat (10/7) sore dalam pidatonya di Lapangan As-Sab'in selama demonstrasi besar-besaran rakyat Yaman, mengumumkan bahwa rakyat Yaman, di bawah kepemimpinan pemimpin besar mereka, Sayid Abdul-Malik Badruddin al-Houthi, telah mengambil keputusan untuk memecahkan blokade Amerika-Saudi. Ia memperingatkan rezim Saudi dan para anteknya agar tidak melakukan tindakan bodoh apa pun.

Pejabat senior Yaman ini, mewakili seluruh bangsa Yaman, menyampaikan apresiasinya kepada rakyat besar Iran, kepemimpinan bijaksana negara itu, dan semua pahlawannya yang telah berperan dalam memecahkan blokade musuh Amerika-Saudi terhadap Yaman dan menantang imperialisme Amerika-Zionis serta para budak mereka.

Ia menambahkan bahwa orang-orang Iran datang dengan pesawat mereka sendiri, dan pilot heroik Iran mendarat di Bandara Sanaa meskipun ada ancaman dari musuh. Ini adalah sikap terpuji yang kita saksikan dari Republik Islam Iran, dan orang-orang Iran layak mendapatkan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas sikap ini. Mereka telah meyakinkan kita bahwa mereka akan berdiri di sisi kita dalam memecahkan blokade udara dan laut musuh terhadap Yaman.

Di sisi lain, Muhammad Qahim, Menteri Transportasi dan Urusan Umum Yaman, dalam wawancara dengan situs Al-Ahd menyatakan bahwa jalur udara antara Tehran dan Sana'a kini secara resmi terbuka dan tidak akan ditutup. Penerbangan yang baru saja dilakukan hanyalah titik awal dari pemecahan total blokade Bandara Sanaa.

Sejalan dengan itu, Khalid Shayif, Direktur Bandara Internasional Sanaa, mengonfirmasi kesiapan bandara tersebut untuk menerima lebih banyak penerbangan di periode mendatang.(Sail)