Eskalasi Konflik; Pesawat Zionis Bombardir Ketinggian Ali Al-Taher
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i194270-eskalasi_konflik_pesawat_zionis_bombardir_ketinggian_ali_al_taher
Pars Today - Sumber-sumber berita Lebanon melaporkan serangan udara rezim Zionis ke ketinggian Ali al-Tahir di Nnabatiyeh, Lebanon selatan.
(last modified 2026-08-03T03:59:43+00:00 )
Aug 03, 2026 10:54 Asia/Jakarta
  • Serangan udara rezim Zionis ke Lebanon Selatan (dok)
    Serangan udara rezim Zionis ke Lebanon Selatan (dok)

Pars Today - Sumber-sumber berita Lebanon melaporkan serangan udara rezim Zionis ke ketinggian Ali al-Tahir di Nnabatiyeh, Lebanon selatan.

Sebagaimana dilaporkan IRNA mengutip jaringan Al-Manar, Senin, 3 Agustus 2026, pesawat-pesawat tempur musuh Zionis menargetkan sejumlah wilayah di ketinggian Ali al-Taher di Lebanon selatan.

Jaringan Al-Mayadeen juga, mengutip korespondennya, melaporkan serangan udara musuh Israel ke ketinggian Ali al-Taher di dekat Nabatieh.

Kantor berita nasional Lebanon juga, dalam laporan terpisah, melaporkan bahwa pasukan tentara rezim pendudukan Israel melakukan tiga gelombang operasi ledakan besar di wilayah-wilayah Al-Mansouri dan Majdal Zoun, dan suara ledakan terdengar hingga ke kota Sur (Tirus).

Kantor berita nasional Lebanon mengutip korespondennya di Marjaayoun di Lebanon selatan, melaporkan, "Sementara tentara musuh Zionis sedang berpatroli di kota Khiam, sebuah kendaraan milik seorang tentara tentara Lebanon yang secara kebetulan melintasi area Hammam menjadi sasaran tembakan."

Berdasarkan pengumuman kantor berita nasional Lebanon, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dari serangan ini.

Rezim Zionis, sejak 2 Maret, telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Lebanon yang selain mengakibatkan gugurnya dan terlukanya sejumlah warga Lebanon, juga menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi, dan sebagian wilayah di selatan negara itu masih diduduki oleh rezim tersebut.

Di sisi lain, Tel Aviv dan Beirut bulan lalu, dengan mediasi Washington, menandatangani "Kesepakatan Kerangka", sebuah kesepakatan yang dikatakan bertujuan untuk mengakhiri perang antara rezim Israel dan Hizbullah. Kesepakatan ini dicapai setelah beberapa putaran negosiasi langsung antara kedua pihak di Washington.

Pada saat yang sama, kesepakatan ini juga menghadapi kritik. Para kritikus merujuk pada ketidakjelasan status hukum kesepakatan dan tidak adanya jadwal waktu yang jelas untuk penarikan pasukan Zionis.

Konflik di Lebanon selatan terus berlanjut meskipun gencatan senjata antara Lebanon dan rezim Zionis diperpanjang, dan pasukan rezim ini terus membombardir desa-desa dan kota-kota di Lebanon selatan serta menghancurkan secara besar-besaran rumah-rumah dan fasilitas umum.(Sail)