Tiongkok: Kami Menyambut Baik Kembalinya AS dan Iran ke Kesepakatan Islamabad
https://parstoday.ir/id/news/world-i197528-tiongkok_kami_menyambut_baik_kembalinya_as_dan_iran_ke_kesepakatan_islamabad
Pars Today - Dalam pertemuan dengan mitranya dari Amerika, Presiden Tiongkok menegaskan bahwa Beijing menyambut baik dan mendukung kembalinya Tehran dan Washington ke kesepakatan Islamabad.
(last modified 2026-09-26T16:13:03+00:00 )
Sep 26, 2026 23:10 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping
    Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping

Pars Today - Dalam pertemuan dengan mitranya dari Amerika, Presiden Tiongkok menegaskan bahwa Beijing menyambut baik dan mendukung kembalinya Tehran dan Washington ke kesepakatan Islamabad.

Menurut IRNA yang mengutip situs web Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Sabtu, 26 September 2026, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyatakan dalam sebuah konferensi pers mengenai pertemuan antara Xi Jinping dan Donald Trump bahwa Xi mendukung kembalinya Tehran dan Washington ke "Nota Kesepahaman Islamabad", dimulainya kembali dialog dan negosiasi dengan segera, serta upaya untuk mencapai kesepakatan komprehensif, termasuk mengenai masalah nuklir.

Terkait perkembangan di Teluk Persia dan Asia Barat, ia menambahkan bahwa Tiongkok menekankan penghormatan terhadap kedaulatan dan keamanan semua negara serta menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat untuk memilih jalan perdamaian.

Merujuk pada hubungan ekonomi antara kedua negara, Wang Yi menegaskan bahwa sebagai dua ekonomi terbesar di dunia, Tiongkok dan AS memiliki kepentingan yang saling terkait, dan kerja sama timbal balik memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Menurutnya, kesepakatan-kesepakatan ini telah membantu menstabilkan hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS serta memperkuat kepercayaan pasar.

Menlu Tiongkok tersebut mengkritik politisasi isu-isu ekonomi, pembatasan yang diberlakukan terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok, dan hambatan akses ke pasar AS, seraya menyatakan bahwa pemisahan ekonomi dan pemutusan rantai pasok tidak menguntungkan pihak mana pun.

Mengutip Xi, Wang Yi menyatakan bahwa kerja sama ekonomi harus bersifat dua arah dan bahwa menstabilkan hubungan ekonomi serta perdagangan antara Tiongkok dan AS memerlukan perluasan bidang kerja sama sembari memperkecil perbedaan. Mengenai Taiwan, diplomat senior Tiongkok ini menyatakan bahwa Xi telah menegaskan tekad Beijing untuk menjaga persatuan nasional dan integritas wilayah, serta mendesak AS untuk mempertahankan sikap yang tepat dalam menentang "kemerdekaan Taiwan" dan menangani masalah Taiwan dengan hati-hati.

Wang Yi menyoroti bahwa kedua belah pihak menekankan pentingnya memperkuat saluran politik dan diplomatik serta memelihara dialog rutin antara angkatan bersenjata masing-masing.

Mereka juga menyerukan peningkatan interaksi di berbagai bidang seperti ekonomi dan perdagangan, keuangan, pemberantasan kejahatan, serta pertukaran antarwarga. Terkait topik kecerdasan buatan (AI), Menteri Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa pengembangan AI yang sehat, aman, dan tertib menyangkut masa depan umat manusia serta memerlukan kerja sama antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Menurut Wang Yi, kedua belah pihak sepakat untuk memanfaatkan mekanisme konsultasi Tiongkok-AS guna membahas implikasi dan kepentingan yang terkait dengan AI, serta bekerja sama dalam mencegah penyalahgunaan teknologi ini.(Sail)