Hizbullah: Iran Gagalkan Rencana Kolonial AS
-
Hussein al-Hajj Hassan, ketua fraksi perwakilan Baalbek-Hermel di parlemen Lebanon
Pars Today - Perwakilan Hizbullah di parlemen Lebanon, dengan menyatakan bahwa poros perlawanan berada di pusat konfrontasi di berbagai front, mengatakan bahwa Republik Islam Iran telah berdiri melawan dominasi Amerika Serikat dan menggagalkan rencana kolonial negara itu.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Minggu, 11 Oktober 2026, Hussein al-Hajj Hassan, ketua fraksi perwakilan Baalbek-Hermel di parlemen Lebanon, menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menerima pihak mana pun berdiri melawannya dan berupaya menguasai semua komponen keamanan, militer, politik, dan ekonomi kawasan.
Al-Hajj Hassan, dengan menyebut keteguhan Republik Islam Iran melawan dominasi Amerika Serikat, mengatakan Tehran dengan keteguhannya melawan arus ini telah menggagalkan rencana kolonial Washington.
Ia menambahkan, “Sebagian masyarakat kawasan takut menghadapi pemilik kekuatan, tetapi perlawanan bersandar pada kekuatan kebenaran dalam menghadapi berbagai tantangan, dan perlawanan masih hadir dalam persamaan konflik kawasan serta siap mengikuti perkembangan dan menghadapi konsekuensinya.”
Perwakilan Hizbullah juga menyatakan bahwa Poros Perlawanan berada di jantung konfrontasi di berbagai front dan menguasai jalur-jalur ekonomi yang berpengaruh di tingkat dunia, hal yang menghadapkan kekuatan-kekuatan dominasi global pada krisis besar di bidang ekonomi dan konsekuensinya memengaruhi banyak bangsa di dunia.
Al-Hajj Hassan, dengan menyatakan bahwa Lebanon adalah bagian dari Poros Perlawanan, mengatakan, “Solusi apa pun untuk masalah kawasan berkaitan dengan Lebanon, dan Republik Islam Iran dalam proses perundingan menempatkan negara ini di puncak prioritasnya.”
Ia juga menegaskan bahwa perjanjian kerangka yang ditandatangani antara pemerintah Lebanon dan rezim penjajah menemui kebuntuan, dan pihak lawan tidak berniat memberikan konsesi kepada pemerintah Lebanon, melainkan berupaya memaksa pemerintah ini menerima syaratnya dan melaksanakan seluruh tuntutan Amerika Serikat.
Pejabat Hizbullah ini pada akhirnya mengatakan bahwa Lebanon menghadapi perang dalam berbagai bentuk dan tingkat, dan dalam kondisi seperti ini kesabaran, keteguhan, ketegaran, serta komitmen pada kebenaran adalah keniscayaan.
“Hussein al-Hajj Hassan, ketua fraksi Hizbullah di parlemen Lebanon, menegaskan bahwa Republik Islam Iran telah berdiri melawan dominasi Amerika Serikat dan menggagalkan rencana kolonial Washington. Ia menyatakan poros perlawanan berada di pusat konfrontasi di berbagai front dan menguasai jalur ekonomi global yang berpengaruh, sehingga menghadapkan kekuatan dominasi global pada krisis ekonomi besar.”(Sail)