Pesan Sanaa untuk Menlu Negara-Negara Islam tentang Agresi Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198754-pesan_sanaa_untuk_menlu_negara_negara_islam_tentang_agresi_arab_saudi
Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Yaman dalam pesan-pesan yang ditujukan kepada para menteri luar negeri sejumlah negara Islam, menjelaskan perkembangan terbaru serangan Arab Saudi terhadap negaranya.
(last modified 2026-10-16T17:42:28+00:00 )
Okt 17, 2026 00:40 Asia/Jakarta
  • Wakil Menteri Luar Negeri Yaman, Abdulwahid Abu Ras
    Wakil Menteri Luar Negeri Yaman, Abdulwahid Abu Ras

Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Yaman dalam pesan-pesan yang ditujukan kepada para menteri luar negeri sejumlah negara Islam, menjelaskan perkembangan terbaru serangan Arab Saudi terhadap negaranya.

Menurut laporan ISNA, Jumat, 16 Oktober 2026, sementara para menteri luar negeri negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam dijadwalkan bertemu pada 17 dan 18 Oktober 2026 di Bagdad, Abdulwahid Abu Ras, dalam pesan-pesan yang ditujukan kepada negara-negara Islam menyebutkan bahwa Arab Saudi sejak 26 Maret 2015 melanjutkan serangan dan blokade terhadap Yaman dan selama periode ini melakukan lebih dari 274.302 serangan udara.

Menurutnya, serangan-serangan ini menargetkan warga sipil dan sasaran nonmiliter serta berujung pada terbentuknya salah satu krisis kemanusiaan terparah dalam sejarah kontemporer.

Mengutip jaringan Al-Masirah, Wakil Menteri Luar Negeri Yaman menyatakan bahwa Sanaa sejak hari pertama dimulainya perang, dalam semua putaran perundingan memiliki pendekatan yang positif, tetapi Arab Saudi dan pasukan sekutunya dengan menciptakan hambatan, mengganggu upaya-upaya untuk menegakkan perdamaian di Yaman.

Abu Ras menambahkan bahwa Sanaa berpartisipasi dalam konsultasi terbaru dengan mediasi Oman dan dialog ini berujung pada kesepakatan atas peta jalan, tetapi Arab Saudi mundur dari kesepakatan yang tercapai dan berupaya memantapkan situasi "bukan perang dan bukan damai" untuk memperpanjang penderitaan rakyat Yaman.

Ia menyebutkan bahwa Riyadh membayangkan dengan cara ini dapat mencapai tujuan-tujuan yang tidak tercapai dalam operasi militer.

Abu Ras mengatakan bahwa meskipun Sanaa berkali-kali meminta masyarakat internasional untuk memberikan tekanan kepada Arab Saudi agar mendorongnya ke arah perdamaian, permintaan-permintaan ini tidak mendapat sambutan.

Wamenlu Yaman juga menyatakan bahwa Arab Saudi baru-baru ini membentuk aliansi pertahanan melawan Sanaa untuk melibatkan pihak lain dalam perang melawan Yaman dan memobilisasi pasukan sekutunya.

Menurutnya, putaran eskalasi ketegangan saat ini dimulai dengan serangan terhadap Bandara Sanaa pada 13 Juli lalu, serangan yang bertujuan mencegah masuknya sebuah penerbangan kemanusiaan yang membawa penumpang dan pasien.

Abu Ras selanjutnya mengatakan bahwa menyusul eskalasi ketegangan ini, berlanjutnya serangan dan blokade yang diberlakukan terhadap Yaman serta memburuknya kondisi ekonomi dan kemanusiaan secara terus-menerus, rakyat Yaman memutuskan untuk menerapkan persamaan "blokade dibalas blokade dan ketegangan dibalas ketegangan" dengan tujuan menekan Arab Saudi agar bergerak menuju perdamaian, mengakhiri serangan, dan mencabut blokade terhadap Yaman.

Dalam pesan-pesan Wamenlu Yaman disebutkan bahwa sejak dimulainya kembali operasi militer dan intensifikasi serangan, Arab Saudi melakukan lebih dari 2.350 serangan udara dan rudal.

Berdasarkan statistik yang disajikan dalam pesan-pesan ini, serangan-serangan tersebut menyebabkan syahidnya 107 orang dan terlukanya 278 orang di 13 provinsi di Yaman; lebih dari 60 persen korban adalah perempuan dan anak-anak.

Pesan-pesan ini menyebutkan bahwa serangan terbaru menargetkan infrastruktur dan tempat-tempat nonmiliter termasuk rumah, sekolah, rumah sakit, jalan, jembatan, pabrik, dan stasiun bahan bakar.

Abu Ras dalam bagian lain pesannya, menuduh Arab Saudi mengemukakan narasi tentang penargetan tempat-tempat suci Islam di Makkah dan Madinah oleh Sanaa.

Ia menyebut klaim-klaim ini tidak benar dan menghina serta mengatakan bahwa Yaman telah berkorban banyak untuk membela tempat-tempat suci Islam.

Wamenlu Yaman menegaskan bahwa meskipun ada perkembangan terbaru, tangan Sanaa masih terulur untuk mencapai perdamaian yang adil, terhormat, dan berkelanjutan dan negara ini menyambut upaya-upaya negara-negara saudara untuk menegakkan perdamaian.

Ia mengatakan bahwa Sanaa akan melanjutkan penerapan persamaan yang diumumkan, apa yang dianggapnya sebagai hak pembelaan diri, menghadapi konsentrasi pasukan Saudi, dan menegakkan kedaulatan atas wilayah Yaman.

Abu Ras menegaskan komitmen Sanaa untuk menghormati hukum humaniter internasional dan menjaga keamanan pelayaran di Laut Merah.

Ia mengatakan bahwa Yaman berpegang pada komitmen internasional di bidang keamanan dan keselamatan pelayaran maritim dan menyebutkan bahwa pengubahan Selat Bab al-Mandab menjadi medan perang oleh Arab Saudi mengancam keamanan pelayaran internasional.

“Wakil Menteri Luar Negeri Yaman, Abdulwahid Abu Ras, dalam pesan kepada para menteri luar negeri negara Islam menjelang pertemuan OKI di Bagdad pada 17–18 Oktober 2026, menyebutkan Arab Saudi sejak 26 Maret 2015 melanjutkan serangan dan blokade terhadap Yaman dengan lebih dari 274.302 serangan udara yang menargetkan warga sipil dan sasaran nonmiliter, menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terparah.”(Sail)