Sekjen Ansarullah: Arab Saudi Nodai Citra Islam
Sekjen Gerakan Ansarullah Yaman, mengatakan Amerika Serikat telah mengeluarkan perintah serangan ke Yaman, dan Arab Saudi mencoba untuk menodai citra Islam dan para pengikutnya.
"Para agresor ke Yaman adalah perampok yang tidak mengenal belas kasihan," kata Abdul Malik Badreddin al-Houthi dalam perayaan Hari Raya Ghadir di ibukota Sana'a pada Selasa (20/9/2016) sore, seperti dilaporkan televisi Almasirah.
"Rezim Saudi adalah boneka AS dan Israel. Saudi telah menargetkan persatuan nasional, persaudaraan Islam, stabilitas dan identitas Muslim di semua negara Islam, termasuk Mesir, Aljazair dan Yaman," tegasnya.
Ia mengapresiasi perlawanan rakyat Yaman selama 1,5 tahun terakhir terhadap serangan para agresor ke negara itu, dan menandaskan bahwa Washington telah memerintahkan serangan ini dan mereka juga mengawasi agresi ini.
"Pihak agresor Amerika dan Arab Saudi menyerang Yaman tanpa alasan apapun dan membantai rakyat negara ini," tegas Abdul Malik Houthi.
"Kita dalam situasi ini harus melaksanakan tanggung jawab kita. Tuntutan kami jelas dan sama sekali tidak ada kerancuan di dalamnya," tambahnya.
Abdul Malik Houthi yakin bahwa dengan solidaritas dan persatuan, bangsa Yaman akan mampu mengatasi semua tantangan militer dan ekonomi.
Menurutnya, rezim Al Saud mengikuti kebijakan AS di kawasan. Rakyat Yaman dan umat Islam perlu melawan konspirasi AS dan mengubah tantangan ini menjadi peluang.
"Saudi mencoba untuk menjauhkan umat Islam dari jalur pembangunan dan reformasi dan membuat mereka tidak mampu mengatasi masalah internalnya serta mengubah kondisi saat ini ke arah yang lebih baik," kata Abdul Malik Houthi. (RM)