Dewan Tinggi Politik Yaman Usulkan Prakarsa Baru untuk Perdamaian
Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman menawarkan sebuah prakarsa baru terkait gencatan senjata dan mengumumkan bahwa penghentian penembakan rudal ke wilayah Arab Saudi tergantung pada penghentian operasi darat, luat dan udara negara itu dan pencabutan blokade terhadap Yaman.
Saleh al-Samad mengungkapkan hal itu dalam pidatonya menandai Hari Ulang Tahun Revolusi 26 September Yaman, seperti dilansir IRNA mengutip al-Masirah.
Berdasarkan laporan ini, isi terpenting prakarsa baru untuk perdamaian dengan Arab Saudi adalah penghentian operasi darat, laut dan udara terhadap Yaman.
Menurut prakarsa baru itu, jika agresi darat, laut dan udara koalisi pimpinan Arab Saudi ke Yaman dihentikan dan blokade terhadap negara ini juga dicabut, maka Ansarullah dan Kongres Rakyat Yaman akan menghentikan operasi militer di perbatasan Arab Saudi dan penembakan rudal ke negara agresor tersebut.
Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman lebih lanjut menuntut PBB dan negara-negara pendukung perdamaian dunia untuk menekan Arab Saudi guna mencegah kelanjutan pembunuhan terhadap rakyat tak berdosa Yaman.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman selama 17 bulan terakhir telah menyebabkan sedikitnya 10.000 orang tewas dan sekitar 30.000 lainnya terluka.
Invasi militer yang mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat itu juga telah memporak-porandakan insfrastruktur penting Yaman seperti rumah sakit, sekolah, bandara, pelabuhan, pabrik, pasar, masjid dan fasilitas publik lainnya. (RA)