Opsi Politik, Solusi Krisis Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i25246-opsi_politik_solusi_krisis_yaman
Ketika pihak Arab Saudi dan antek-ante4knya di Yaman meningkatkan kejahatan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, muncul gerakan diplomatik yang dilakukan untuk meretas solusi politik di Yaman.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 08, 2016 15:38 Asia/Jakarta
  • Opsi Politik, Solusi Krisis Yaman

Ketika pihak Arab Saudi dan antek-ante4knya di Yaman meningkatkan kejahatan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, muncul gerakan diplomatik yang dilakukan untuk meretas solusi politik di Yaman.

Terkait hal ini, delegasi Ansarullah Yaman bertolak menuju Muscat untuk bertemu dengan para pejabat Oman guna membahas berlanjutnya perundingan damai untuk meretas solusi politik.

Kunjungan delegasi Ansarullah ini mengindikasikan kegagalan pertemuan antara wakil khusus Sekjen PBB urusan Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed dengan juru runding dari Sanaa dan Riyadh, yang tidak membuahkan hasil positif.

Muhammad Al-Bakhiti, anggota dewan politik gerakan Ansarullah Yaman mengatakan, prakarsa Ould Cheikh Ahmed berujung pada pemerintahan Abd Rabbuh Mansur Hadi, tapi dengan syarat Saudi ikut mengawasi pembentukan pemerintahan baru Yaman.

Agitasi Saudi dan pendukungnya menyebabkan prakarsa seperti ini disampaikan oleh wakil khusus PBB, padahal prakarsanya tidak komprehensif dan timpang, dengan bersandarkan pada pertimbangan Al Saud.

Sejak 26 Maret 2015 lalu hingga kini, Yaman menjadi medan pertempuran antara pasukan Ansarullah menghadapi antek-antek Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung oleh koalisi Arab pimpinan Saudi.

Arab Saudi bersama negara-negara Arab di kawasan dan lampu hijau AS melancarkan agresi militer terhadap Yaman demi mengembalikan Abd Rabbuh Mansur Hadi ke tampuk kekuasaan presiden. 

Tampaknya, tujuan rezim Al Saud melancarkan perang terhadap Yaman untuk mengembalikan legitimasi kepada pemerintahan  Abd Rabbuh Mansur Hadi.Padahal tindakan tersebut ilegal, sebab  perpanjangan masa jabatan Abd Rabbuh Mansur Hadi selama setahun telah berakhir, dan dia sendiri telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden Yaman.

Sejatinya, petualangan politik Arab Saudi di Yaman dengan berbagai alasan tidak membuahkan hasil apapun, kecuali kehancuran bagi Yaman dan tewasnya ribuan orang, termasuk perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah. Selain membunuh ribuan orang warga sipil, agresi militer Saudi juga menghancurkan infrastruktur, pusat layanan kesehatan dan pendidikan serta rumah penduduk.

Rezim Al Saud meningkatkan kejahatan terhadap rakyat Yaman untuk mengubah perimbangan kekuatan demi kepentingannya. Kondisi tersebut terjadi di saat pihak Ansarullah dan rakyat Yaman sedang berjuang untuk meretas solusi politik. Hingga kini, Riyadh dengan berbagai kejahatannya selama ini gagal meraih tujuannya, sementara gerakan Ansarullah yang didukung rakyat dan militer Yaman berhasil mengimbangi Arab Saudi di medan pertempuran dan bidang lainnya.

Terkait kunjungan delegasi Ansarullah ke Muscat, juru bicara gerakan perlawanan rakyat Yaman menyatakan bahwa lawatan ini untuk membahas prakarsa PBB mengenai Yaman. Ditegaskannya, Ansarullah akan mempelajari prakarsa tersebut dan menyampaikan pandangannya.

Kehadiran delegasi Ansarullah dalam perundingan di Oman menunjukkan tekad gerakan rakyat ini untuk meretas solusi politik. Selama ini Ansarullah menegaskan bahwa opsi militer bukan solusi. Oleh karena itu, Ansarullah sejak awal mendesak penghentikan agresi militer koalisi Arab yang dipimpin rezim Al Saud.

Upaya PBB untuk mewujudkan gencatan senjata dan dimulainya perundingan damai hingga kini mengalami kegagalan. Kondisi tersebut terjadi di saat PBB bersikap pasif menyikapi berlanjutnya pembantaian yang dilakukan rezim Al Saud terhadap rakyat Yaman.