UEA kembali Cari Gara-gara dengan Iran
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) di PBB, Lana Nusseibeh kembali menyuarakan kebijakan anti-Iran di Dewan Keamanan dan menuding Republik Islam Iran mengirim senjata ke Yaman dan melanggar resolusi-resolusi PBB.
Dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan, Rabu (30/11/2016), Nusseibeh mengklaim bahwa Iran telah melanggar resolusi 2216 dan 2231 Dewan Keamanan tentang larangan pengiriman senjata ke Yaman, dan ekspor senjata oleh Iran. Demikian dikutip laman Farsnews.
"Pengiriman senjata oleh Iran adalah bukti lain yang menunjukkan kebijakan ekspansionis Tehran dan upaya destabilisasi di Yaman, di mana membahayakan warga sipil dan tetangga Yaman," kata surat tersebut.
Sebelum ini, sebagian negara Arab dan Afrika atas dorongan UEA, melayangkan sebuah surat kepada Majelis Umum PBB yang mengulangi klaim-klaim tak berdasar terhadap Iran.
Dalam surat tersebut, UEA dan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) ditambah Mesir, Maroko, Sudan, Yordania dan pemerintah terguling Yaman, menyampaikan kekhawatiran atas apa yang mereka sebut kebijakan ekspansionis Iran.
Duta Besar Iran untuk PBB, Golamali Khoshroo mengecam keras klaim UEA, yang menuding Republik Islam mendukung terorisme.
Lewat sebuah surat kepada Ban Ki-moon, Sekjen PBB, Khoshroo menyebut tudingan itu menggelikan karena UEA sendiri adalah rezim yang mengembangbiakkan terorisme serta mengekspor pemikiran ekstrim ke Irak dan Suriah.
Pejabat Iran ini menegaskan, para penandatangan surat UEA menuduh Iran mengintervensi urusan negara-negara lain, padahal mereka sendiri sedang sibuk membantai warga sipil di Yaman.
Arab Saudi dan negara-negara lain termasuk UEA melakukan serangan ke Yaman sejak Maret 2015, dengan tujuan mengembalikan Abd-Rabbu Mansour Hadi ke tampuk kekuasaan di Sana'a. (RM)