Rashid: Yaman akan Menjadi Kuburan bagi Pasukan Agresor
Menyusul kekalahan beruntun militer rezim Al Saud di Yaman, wakil juru bicara pasukan Yaman mengatakan bahwa negaranya akan menjadi kuburan pasukan agresor Arab Saudi.
Aziz Rashid menegaskan hal itu dalam wawancara dengan jaringan televisi Alalam baru-baru ini ketika menyinggung berbagai kekalahan pasukan Arab Saudi di Yaman selama agresinya ke negara ini.
"Meskipun rezim Arab Saudi bekerjasama dengan pasukan bayarannya di Yaman, namun rezim ini mengalami kekalahan berat di medan tempur, " imbuhnya.
Ia juga menyinggung runtuhnya kerjasama Arab Suadi dengan pasukan bayarannya di Yaman.
"Media-media Arab Saudi terus bersandar pada klaim-klaim media untuk menutupi kekalahan negara ini di Yaman, padahal militer dan komite rakyat memegang kendali di medan-medan perang, ungkapnya.
Sementara itu, empat pasukan bayaran Arab Saudi dengan salah satu pemimpinnya tewas dalam bentrokan dengan militer dan komite rakyat di kota Asilan, Provinsi Shabwah, Yaman selatan.
Militer dan pasukan relawan Yaman juga melancarkan serangan balasan dengan menarget tempat berkumpulnya pasukan bayaran Arab Saudi di selatan Dhubab, Provinsi Taiz hingga Bab El Mandeb dengan mortir.
Serangan itu menyebabkan beberapa pasukan bayaran rezim Al Saud tewas dan terluka.
Mereka juga menghujani pasukan bayaran Arab Saudi di distrik Sirwah, Provinsi Marib dengan mortir B-10. Serangan ini menghancurkan kendaraan militer pasukan bayaran Riyadh dan menewaskan sejumlah dari mereka.
Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman yang memperoleh lampu hijau dari Amerika Serikat dimulai sejak tanggal 26 Maret 2015.
Invasi militer ini telah merenggut nyawa puluhan ribu warga Yaman dan melukai belasan ribu lainnya.
Infrastruktur penting Yaman seperti rumah sakit, sekolah, bandara, pelabuhan, pabrik dan fasilitas publik lainnya juga luluh lantak akibat agresi tersebut. (RA)