Daesh Lanjutkan Aksi Tak Manusiawi di Mosul
Walikota Sinjar di Provinsi Nineveh Irak menyatakan, kelompok teroris Takfiri Daesh menculik etnis Yazidi dan berencana menggunakan mereka sebagai perisai manusia di Mosul.
Seperti diberitakan IRIB News, Mahma Xelil, walikota Sinjar, di barat Nineveh Irak mengatakan, kelompok teroris Daesh menculik 1200 warga Yazidi dan merelokasi mereka ke Mosul.
Kota Sinjar pada Agustus 2014 setelah pasukan Peshmerga Kurdi mundur, diduduki oleh Daesh dan ribuan etnis Yazidi Irak diculik oleh kelompok teroris ini.
Sementara itu, pada 13 November 2015, kota Sinjar berhasil dibebaskan dalam serangan gabungan pasukan Peshmerga, pejuang Sinjar dan sayap militer Partai Buruh Kurdistan Turki (PKK).
Berita lainnya dari Irak menyebutkan, Abdulrahman Khazali, juru bicara bidang penerangan polisi Irak Sabtu malam menyatakan, pasukan polisi dan unit sembilan militer Irak terus maju ke arah pantai Dajlah (Tigris) dan jembatan keempat Mosul serta berhasil membersihkan pangkalan Mujahidin Chechnya.
Operasi pembebasan Mosul di Nineveh dimulai sejak 17 Oktober 2016 dari enam titik dengan komando Perdana Menteri Haider al-Abadi. Pasukan Irak sejak dimulainya tahap kedua operasi pemebasan Mosul hingga kini berhasil merebut puluhan daerah. (MF)