Teroris di Irak Lakukan Kejahatan baru, Putus Aliran Air Bersih
Anggota Dewan Kota Provinsi Nineveh, Irak utara menyatakan, kelompok teroris Takfiri Daesh memutus aliran air ke 30 daerah di timur Mosul yang baru dibebaskan dari pendudukan fenomena buruk tersebut.
Televisi al-Alam Selasa (10/1) melaporkan, Hussam al-Abbar mengatakan, pemerintah Irak berusaha menjamin air bersih bagi daerah tersebut.
Stasiun pompa air yang terletak di wilayah Ghabat, Mosul dan memenuhi kebutuhan air di timur kota ini, sampai kini masih diduduki kelompok teroris.
Aksi perusakan besar-besaran infrastruktur Irak dan Suriah, khususnya perusakan luas di pusat pembangkit listrik dan pemutusan pipa air bersih di berbagai kota di kedua negara ini merupakan kejahatan terbaru kelompok teroris untuk melemahkan semangat rakyat dan mencegah kemenangan militer Irak dan Suriah.
Selama beberapa pekan lalu kelompok teroris di Wadi Bardi Suriah termasuk Front al-Nusra juga merusak sumber utama air bersih bagi kota Damaskus dan menumpahkan solar ke sumber air ini.
Lebih dari 15 hari lalu, air kebutuhan warga Damaskus dibagi melalui truk tanker karena pipa salurhan air ke ibukota Suriah ini diputus kelompok teroris.
Wilayah Wadi Bardi meliputi 13 desa dan sepuluh di antaranya diduduki kelompok teroris dan tiga lainnya dikontrol militer Suriah. Wilayah ini memenuhi lebih dari 70 persen kebutuhan air di kota Damaskus. (MF)