Anasir Bersenjata Bersedia Meninggalkan Wadi Bardi di Suriah
-
Wadi al-Bardi
Alaa Ibrahim, gubernur Rif Dimashq mengkonfirmasi kesepakatan dengan pemimpin kelompok bersenjata di Wadi Bardi, di sekitar Damaskus. Di kesepakatan tersebut, anasir bersenjata bersedia meninggalkan kawasan tersebut.
Televisi al-Alam melaporkan, Alaa Ibrahim mengatakan, berdasarkan kesepakatan yang dicapai dengan kelompok bersenjata di Wadi Bardi, mereka akan menyerahkan senjatanya kepada pejabat Suriah dan anasir ini akan keluar dari wilayah tersebut dan menuju Idlib.
Alaa Ibrahim mengisyaratkan bahwa setelah anasir bersenjata dan teroris meninggalkan Wadi Bardi, militer akan memasuki wilayah ini untuk membersihkan sisa-sisa ranjau dan bahan peledak.
“Tim perlindungan dan perawatan akan memasuki Wadi Bardi untuk memperbaiki pompa air dan kerusakan pipa air akibat serangan kelompok teroris,” papar Alaa Ibrahim.
Guburnur Rif Dimashq menambahkan, saat ini bendera Suriah sudah berkibar di sejumlah wilayah Wadi Bardi.
Teroris yang berafiliasi dengan Front al-Nusra di Wadi Bardi sejak 24 Desember 2016 memutus jaringan air bersih ke kota Damaskus yang bersumber dari Ain al-Fijah.
Seiring dengan kemenangan militer Suriah dan kekalahan beruntun teroris di negara ini, anasir fenomena buruk teresbut semakin gencar merusak infrastruktur di Suriah termasuk menghancurkan sistem air bersih dan listrik. (MF)