Sekjen Badr Irak: Pembebasan Mosul dari Pendudukan Daesh, Prioritas
Sekretaris Jenderal Organisasi Badr Irak mengatakan, saat ini semua upaya terfokus pada operasi pembebasan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).
Saat ini, meninggalkan operasi pembebasan kota Mosul untuk kembali ke Hawija di Provinsi Kirkuk adalah hal yang mustahil, "kata Hadi al-Amiri dalam sebuah pernyataan pada Selasa (17/1/2017) seperti dilansir IRNA.
Ia menambahkan, langkah besar telah diambil untuk operasi pembebasan kota Mosul dan meninggalkan operasi ini untuk kembali ke Hawija adalah satu hal yang tidak mungkin dilakukan.
Al-Amiri menjelaskan, operasi pembebasan kota Mosul diharapkan akan segera selesai sehingga pasukan Irak bisa dikirim ke Hawija untuk membebaskan keluarga mereka di kota ini.
Sekjen Organisasi Badr lebih lanjut menyinggung upaya para teroris untuk menciptakan instabilitas di Provinsi Kirkuk.
"Apa yang sedang terjadi adalah upaya gagal para teroris untuk menciptakan ketidakamanan di Provinsi Kirkuk dengan tujuan mengurangi kapasitas tekanan terhadap mereka," ujarnya.
Ia menegaskan, yakinlah bahwa mereka tidak akan bisa kembali ke Salahuddin dan kami tidak akan pernah membiarkan mereka kembali.
Sebelumnya, Shakhawan Abdullah, anggota Komite Keamanan dan Pertahanan Kota Hawija pada Senin mengatakan bahwa operasi pembebasan kota Hawija dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh akan segera dimulai.
Operasi pembebasan kota Mosul di Pusat Provinsi Nineveh telah dimulai pada tanggal 17 Oktober 2016 dari enam poros atas instruksi Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak yang sekaligus sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata negara ini. (RA)