Alasan Saudi Leluasa Melakukan Kejahatan di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i31847-alasan_saudi_leluasa_melakukan_kejahatan_di_yaman
Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Stephen O'Brien mengatakan jet-jet tempur Arab Saudi masih terus melancarkan serangan terhadap rakyat Yaman.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 27, 2017 12:54 Asia/Jakarta
  • Alasan Saudi Leluasa Melakukan Kejahatan di Yaman

Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Stephen O'Brien mengatakan jet-jet tempur Arab Saudi masih terus melancarkan serangan terhadap rakyat Yaman.

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Kamis (26/1/2017), ia memperingatkan tentang situasi kemanusiaan yang mengerikan di Yaman dan bahaya kelaparan di negara itu akibat bloklade Saudi.

"Jika tidak ada tindakan segera, kelaparan akan mengancam keselamatan ratusan ribu penduduk Yaman," tegasnya.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed juga menekankan bahwa krisis Yaman tidak memiliki solusi militer. Ia mengatakan operasi militer dan serangan terhadap warga sipil Yaman telah membawa dampak yang mengerikan.

Arab Saudi melakukan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memberlakukan blokade darat, laut dan udara di negara itu dengan tujuan mengembalikan Abd Rabbu Mansour Hadi ke tampuk kekuasaan di Sana'a.

Agresi ini telah menewaskan lebih dari 11 ribu warga Yaman dan melukai puluhan ribu lainnya. Jutaan warga Yaman juga mengungsi dan sarana infrastruktur negara itu porak-poranda.

Meski mengundang reaksi dunia, rezim Al Saud malah mengintensifkan serangannya di Yaman dan dalam pemboman terhadap warga sipil pada Kamis lalu, Saudi kembali menggunakan bom fosfor putih dan cluster.

Rezim Saudi gagal mencapai tujuannya di Yaman baik dalam memecah negara itu maupun dalam memaksakan peta politiknya kepada rakyat Yaman. Saudi sengaja meningkatkan kejahatannya dan menciptakan ketakutan yang luar biasa sehingga bisa membuat rakyat Yaman menyerah.

Dengan aksi tersebut, mereka juga ingin menutupi kegagalannya di Yaman meskipun menikmati dukungan penuh dari negara-negara Barat dan memiliki peralatan tempur yang modern.

Namun, tindakan rezim Al Saud telah menambah penderitaan rakyat Yaman dan semakin memperlihatkan esesi rezim agresor ini, yang tidak mengenal batas apapun dalam melakukan kejahatannya. Fenomena ini mendorong kecaman masyarakat internasional terhadap brutalitas Arab Saudi di Yaman.

Pada dasarnya, kebijakan kontradiktif Dewan Keamanan PBB membuat Saudi leluasa melanjutkan kejahatannya. Padahal, badan-badan PBB dalam laporannya selalu menyinggung kejahatan luas Arab Saudi di Yaman. Rezim pelanggar hak asasi manusia ini bahkan terpilih sebagai anggota Dewan HAM PBB tahun lalu.

Selama ini, PBB bersikap lemah dan goyah dalam merespon kejahatan Arab Saudi. Nama Saudi pernah masuk dalam daftar pelanggar hak-hak anak karena melakukan pembantaian terhadap anak-anak Yaman, namun kemudian dihapus menyusul ancaman Riyadh dan tekanan Washington.

Arab Saudi dengan nyaman melanjutkan kejahatannya di Yaman karena sikap kontradiksi ini dan tidak adanya tekad serius dari PBB. (RM)