Babak Baru Konspirasi AS dan Arab Saudi terhadap Suriah dan Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i32073-babak_baru_konspirasi_as_dan_arab_saudi_terhadap_suriah_dan_yaman
Gedung Putin di statemennya menyatakan, Raja Salman bin Abdulaziz, pemimpin Arab Saudi dan Presiden AS, Donald Trump Ahad (29/1) di kontak telepon mereka sepakat memberi dukungan atas pengadaan zona aman di Suriah dan Yaman.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jan 31, 2017 12:29 Asia/Jakarta
  • Donald Trump, presiden AS
    Donald Trump, presiden AS

Gedung Putin di statemennya menyatakan, Raja Salman bin Abdulaziz, pemimpin Arab Saudi dan Presiden AS, Donald Trump Ahad (29/1) di kontak telepon mereka sepakat memberi dukungan atas pengadaan zona aman di Suriah dan Yaman.

Donald Trump selama masa kampanye pilpres tahun lalu meminta negara-negara Arab Teluk Persia bersedia mendanai proyek zona aman di Suriah. Lobi telepon presiden baru AS dan petinggi Arab Saudi di hari-hari pertama aktivitas resmi Trump terkait Suriah dan Yaman menunjukkan babak baru kerja sama dekat mereka terkait rencana intervensi dan hegemoni mereka di kawasan.

 

Tujuan AS dan Arab Saudi menggulirkan isu zona aman cenderung menunjukkan kekhawatiran mereka atas kekalahan beruntun kelompok teroris Takfiri dukungan mereka di Suriah serta kegagalan Riyadh beserta sekutunya di Yaman. Sejatinya prakarsa zona aman yang digulirkan AS dan Arab Saudi dengan dalih membantu rakyat Suriah khususnya para pengungsi adalah menyelamatkan para teroris dari kekalahan total.

 

Di kondisi seperti ini, Amerika menyalahgunakan isu zona aman demi memperkuat teroris dan merusak operasi anti terorisme di Suriah. Selain itu, Washington juga berupaya menstabilkan posisi teroris di wilayah yang mereka kuasai di Suriah. Amerika melalui upayanya ini dan dengan memanfaatkan isu-isu yang menipu publik berupaya menerapkan intervensi militernya baik di Suriah ataupun di Yaman. Hal ini tentu saja menunjukkan haus perang dan petualangan Trump di tingkat internasional yang hanya berujung pada memburuknya keamanan di Suriah, Yaman dan seluruh kawasan.

 

Pergerakan militer dan ekspansi Amerika terhadap Suriah dilancarkan dengan berbagai metode, mulai dari penipuan publik seperti menciptakan zona aman. Tentu saja perilaku ini merupakan bentuk intervensi yang tidak dapat dibenarkan di kawasan dengan poros memecahbelah negara-negara Asia Barat, oleh karena itu, sudah sewajarnya jika menuai reaksi dari opini publik.

 

Kebijakan AS dan Arab Saudi terkait Suriah bertentangan dengan resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB yang dirilis untuk membantu penentuan peta politik demi menyelesaikan krisis Suriah dan menekankan pentingnya menjaga kedaulatan, persatuan dan integritas wilayah negara ini.

 

Poin lain yang patut direnungkan adalah negara-negara Arab Teluk Persia justru menjadi penyokong dana utama rencana-rencana busuk Amerika di kawasan. Penggelontoran dana besar-besaran untuk mendukung teororis dan negara Arab yang berubah menjadi pelaksana rencana konspiratif Amerika secara praktis membuat negara tersebut mengalami resesi ekonomi paling parah.

 

Sementara itu, bahaya yang timbul akibat ulah negara-negara Arab yang bersedia mengiringi kebijakan Amerika sangat besar dan bisa berujung pada tumbangnya rezim-rezim kaya minyak tersebut. Bagaimana pun juga Amerika dengan berbagai wacana dan isu seperti perluasan kerja sama persahabatannya di kawsan termasuk dengan Arab Saudi serta wacana menipu zona aman dan gencatan senjata, tengah berusaha menjustifikasi kebijakan arogan dan sepihaknya di berbagai negara.

 

Krisis Suriah dan Yaman sangat rumit, namun bentuk sejati dari krisis ini adalah intervensi asing, bantuan finansial dan senjata kepada teorris serta pemberian kesempatan kepada kelompok teroris di mana Amerika dan pemimpin Arab khususnya Riyadh dalam hal ini memainkan peran utama. (MF)