Presiden Lebanon Respon Ancaman Terbaru Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i33134-presiden_lebanon_respon_ancaman_terbaru_israel
Presiden Lebanon mengatakan, segala bentuk upaya rezim Zionis israel untuk menghantam kedaulatan Lebanon akan direspon dengan tepat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 19, 2017 00:44 Asia/Jakarta
  • Presiden Lebanon Respon Ancaman Terbaru Israel

Presiden Lebanon mengatakan, segala bentuk upaya rezim Zionis israel untuk menghantam kedaulatan Lebanon akan direspon dengan tepat.

Michel Aoun menegaskan hal itu dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh Lebanon pada Sabtu (18/2/2017) seperti dilansir Mehr News.

 

Ia menambahkan, surat Israel kepada PBB merupakan sebuah ancaman terhadap Lebanon, dan periode –di mana Israel  mengadopsi kebijakan permusuhan tanpa hambatan orang lain– telah berakhir dan era ini tidak akan kembali lagi.  

 

Presiden Lebanon menegaskan, Israel adalah yang pertama yang harus mematuhi resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB sebelum yang lainnya.

 

Rezim Zionis, lanjut Aoun, tidak bersedia melaksanakan Resolusi Nomor 1701 dan juga tidak menghentikan langkah agresifnya meskipun resolusi ini  telah berlaku selama bertahun-tahun lalu.

 

Ia menjelaskan, rezim Zionis telah menduduki sejumlah daerah Lebanon seperti distrik al-Ghajar, Shebaa Farms dan Kfar Shuba, dan melanggar integritas teritorial Lebanon di sepanjang Blue Line di laut dan udara, namun periode kebijakan permusuhan rezim ini terhadap Lebanon telah berakhir.

 

Pada Jumat, salah satu menteri kabinet rezim Zionis mengancam akan menghancurkan insfrastruktur Lebanon.

 

Ancaman itu dilontarkan menyusul ketakutan Tel Aviv atas serangan Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) terhadap instalasi nuklir Dimona.

 

Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB dikeluarkan untuk mengakhiri agresi militer Israel ke Lebanon selama 33 hari.

 

Resolusi ini bertujuan untuk mencegah tindakan permusuhan rezim Zionis terhadap Lebanon, namun rezim ini telah mengabaikannya dan melanjutkan pelanggarannya terhadap wilayah udara, darat dan laut Lebanon. (RA)