Gagalnya Konspirasi Barat Anti Suriah di Dewan Keamanan
-
Dewan Keamanan PBB
Veto terhadap draf resolusi Dewan Keamanan PBB anti Suriah oleh Rusia dan Cina menuai reaksi luas di berbagai media.
Rusia hari Selasa (28/2) menveto resolusi usulan kekuatan Barat untuk menjatuhkan sanksi terhadap pemerintah Suriah. Sementara itu, Cina mendukung langkah Rusia dan untuk keenam kalinya menggunakan hak vetonya sebagai bentuk dukungan terhadap Damaskus. Rusia sebelumnya menyatakan akan menveto resolusi usulan Perancis dan Inggris sehingga tidak merusak perundingan damai antara pihak-pihak yang bertikai di Suriah di bawah pengawasan PBB.
Pemerintah Barat dengan melontarkan klaim penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah, berencana menjatuhkan sanksi anti Damaskus. Klaim Barat ini digulirkan di saat beberapa waktu lalu direktu Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menekankan bahwa laporan yang ada menyebutkan lebih dari 20 kasus penggunaan senjata kimia oleh kelompok teroris di Suriah. Pusat Riset IHS Amerika juga mengumumkan anasir teroris Daesh sejak tahun 2014 menggunakan lebih dari 71 kali senjata kimia di Irak dan Suriah.
Untuk menyelewengkan opini publik penggunaan senjata pemusnah massal oleh teroris yang dilakukan dengan dukungan negara-negara Barat dan sekutu Arabnya, fenomena buruk ini berusaha melimpahkan kejahatannya kepada pemerintah Damaskus. Pemerintah Suriah ketika menjadi target konspirasi Barat di bidang pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), sesuai dengan resolusi 2118 Dewan Keamanan, Damaskus telah menyerahkan bahan kimianya kepada OPCW. Dalam hal ini, Suriah memiliki kerjasama konstruktif dengan organisasi dunia tersebut.
Pemerintah Suriah juga bekerjasama dan memberikan kemudahan yang diperlukan bagi proses investigasi yang dilakukan sejak tahun 2014 hingga kini. Sejumlah negara tidak ingin perdamaian di Suriah, namun berusaha memanfaatkan masyarakat internasional sebagai alat menekan pemerintah Suriah dan merusak citra pemerintah Arab ini.
Sementara itu, tujuan kelompok teroris Daesh menggunakan secara besar-besaran senjata kimia adalah untuk mencegak kekalahan total mereka serta menciptakan ketakuatan lebih besar di tengah masyarakat Suriah dan Irak sehingga memaksa mereka menyerah.
Transformasi Suriah menunjukkan perubahan konstelasi kekuatan di medan pemerangan yang menguntungkan Suriah dan kemenangan militer serta pasukan relawan rakyat Suriah melawan kelompok teroris dan konspirasi terhadap Damaskus.
Berbagai media Suriah mencermati tujuan sponsor teroris menggulirkan klaim palsu anti Damaskus adalan mengobarkan agitasi guna mempersiapkan kondisi yang diperlukan untuk memanfaatkan lebih besar senjata kimia oleh teroris demi mencegah kekalahan total mereka di Suriah.
Seiring dengan terbongkarnya kepalsuan klaim anti Suriah dan tujuan dibalik layat Barat melontarkan klaim palsu ini, berbagai penolakan atas konspirasi ini semakin menemukan dimensinya yang kian luas dan veto terhadap resolusi usulan Barat anti Suriah dapat dicermati dalam koridor ini. (MF)