Militan dan Pemerintah Suriah Sepakati Pengosongan Empat Kota
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i35214-militan_dan_pemerintah_suriah_sepakati_pengosongan_empat_kota
Pemerintah Suriah dan militan anti-Damaskus telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan evakuasi warga sipil dari empat kota kecil di negara Arab itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 29, 2017 14:35 Asia/Jakarta
  • Suriah
    Suriah

Pemerintah Suriah dan militan anti-Damaskus telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan evakuasi warga sipil dari empat kota kecil di negara Arab itu.

Sekitar 16.000 orang meninggalkan kota-kota yang mayoritas penduduknya Syiah al-Foua dan Kefraya lebih dari 60 hari, dalam program pertukaran relokasi militan dan keluarga mereka dari kota berpenduduk mayoritas Sunni Zabadani dan Madaya, demikian disebutkan Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah.

 

Foua dan Kefraya, terletak di provinsi Idlib, dan telah dikepung militan, sementara dua kota lain yang terletak di dekat perbatasan Suriah dengan Lebanon dikelilingi oleh pasukan pro-Damaskus.

 

Direktur Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah, Rami Abdulrahman mengatakan, kesepakatan itu akan memungkinkan pertukaran populasi terbesar pada jenisnya.

 

Guna membantu dimulainya kesepakatan, telah diberlakukan gencatan senjata pada hari Selasa. Pertukaran tersebut sebenarnya adalah kelanjutan dari pelaksanaan kesepakatan sebelumnya pada 4 April.

 

Kesepakatan itu juga memprediksi gencatan senjata yang meliputi wilayah selatan Damaskus, pengiriman bantuan kemanusiaan dan pembebasan 1.500 tahanan yang dikuasai pemerintah, demikian disebutkan Observatorium.

 

Desember lalu, kesepakatan yang dimediasi oleh Rusia atas nama pemerintah Suriah, dan Turki dari pihak militan, menghasilkan gencatan senjata di kota Aleppo, barat laut Suriah. Kesepakatan, yang juga didukung oleh Iran, kemudian diperluas ke seluruh Suriah.

 

Banyak negara yang telah memediasi perundingan intra-Suriah di Astana, ibukota Kazakhstan. Perundingan tersebut diapresiasi atas kontribusinya terhadap proses kesepakatan lain yang sebelumnya berlangsung di Jenewa di bawah monitor PBB.(MZ)