Assad: Barat Halangi Pengiriman Tim Investigasi Serangan Kimia di Suriah
-
Bashar al-Assad
Presiden Suriah Bashar al-Assad menekankan bahwa Damaskus meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengirim tim investigasi guna menyelidiki insiden Khan Sheykhun ke Suriah dan menyatakan, Barat yang dipimpin Amerika Serikat terus menghalangi pengiriman tim investigasi tersebut.
Dalam serangan kimia mencurigakan pada tanggal 4 April 2017 lalu ke wilayah Khan Sheykhun di selatan provinsi Idlib, Suriah, lebih dari 100 orang tewas dan sekitar 400 lainnya terluka.
Pasca insiden itu, kubu Barat-Arab pendukung teroris yang ketuai Amerika Serikat telah melakukan banyak upaya untuk menisbatkan serangan itu kepada pemerintah Suriah. Namun Damaskus menolak tuduhan itu dengan tegas.
IRNA melaporkan, Assad dalam wawancaranya dengan Sputnik dan Rianovosti Rusia, menyinggung fakta bahwa militer dan masyarakat Suriah telah berulangkali menjadi target serangan kimia para teroris. Akan tetapi PBB hingga kini enggan mengirim tim investigasi ke Suriah meski telah didesak pemerintah Suriah.
"Barat menyadari bahwa bila tim investigasi memasuki Suriah, mereka akan membongkar agitasi Amerika Serikat dan sekutunya soal insiden Khan Sheykhun," tutur Assad.
Menyinggung serangan rudal Amerika Serikat ke pangkalan udara al-Shayrat, Assad menandaskan, "Jelas bahwa serangan itu telah direncanakan."
Insiden Khan Sheykhun dijadikan alasan bagi Amerika Serikat untuk menarget pangkalan udara al-Shyrat pada 7 April 2017. Pangkalan udara tersebut merupakan pangkalan udara terbesar di provinsi Homs, Suriah, dan menjadi pusat komando pemberantasan kelompok teroris Daesh.(MZ)