Klaim Al Jazeera tentang Detail Proposal Iran untuk Gencatan Senjata
https://parstoday.ir/id/news/world-i189382-klaim_al_jazeera_tentang_detail_proposal_iran_untuk_gencatan_senjata
Pars Today – Al Jazeera mengklaim bahwa Iran menuntut gencatan senjata tiga tahap dan menetapkan periode waktu 30 hari untuk itu.
(last modified 2026-05-04T06:39:56+00:00 )
May 04, 2026 13:36 Asia/Jakarta
  • Iran-AS
    Iran-AS

Pars Today – Al Jazeera mengklaim bahwa Iran menuntut gencatan senjata tiga tahap dan menetapkan periode waktu 30 hari untuk itu.

Seperti dilaporkan Klub Jurnalis Muda (YJC); Media Qatar, Al Jazeera, mengutip sumber-sumber terpercaya, merilis detail dari proposal perdamaian terbaru Iran. Media ini mengatakan bahwa Iran telah menyerahkan proposalnya melalui mediator Qatar kepada Amerika Serikat.

 

Sumber-sumber mengatakan bahwa rencana Iran mencakup tiga tahap utama dan tujuannya adalah untuk mengubah gencatan senjata saat ini menjadi pengakhiran perang yang "komplit", dan untuk tujuan ini, jangka waktu minimal 30 hari telah ditetapkan.

 

Menurut laporan Al Jazeera, Iran menuntut komitmen untuk tidak melakukan agresi lagi untuk memastikan bahwa konflik di seluruh Asia Barat berakhir. Juga, berdasarkan teks proposal ini, tahap pertama kesepakatan mencakup pembukaan bertahap Selat Hormuz dan pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat.

 

Sebelumnya, pada hari Jumat (1/5/2026), situs web Axios mengutip sumber-sumbernya mengklaim bahwa Iran telah menyerahkan proposal barunya melalui mediator.

 

Situs web ini pagi ini juga mengumumkan bahwa menurut tanggapan Iran, tujuan kesepakatan haruslah pembukaan Selat Hormuz, pengakhiran blokade laut, dan penciptaan penghentian permanen perang di Iran dan Lebanon. Axios melanjutkan: Menurut proposal Tehran, tidak akan ada putaran baru negosiasi tentang berkas nuklir kecuali setelah kesepakatan tersebut tercapai.

 

Pagi ini, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, di media sosialnya mengklaim bahwa dia akan segera mengkaji rencana Iran "tetapi tidak dapat membayangkan bahwa rencana itu dapat diterima." (MF)