Qaraqe: Israel Berusaha Akhiri Mogok Makan Tahanan Palestina
-
Tahanan Palestina
Ketua Komisi Urusan Tahanan Palestina mereaksi penentangan Menteri Keamanan Publik rezim Zionis Israel terhadap perundingan dengan perwakilan tahanan Palestina yang mogok makan di penjara-penjara rezim ilegal ini.
Issa Qaraqe mengungkapkan hal itu dalam sebuah pernyataan pada Jumat (12/5/2017) seperti dilansir IRNA.
Ia mengatakan, Gilad Erdan, Menteri Keamanan Publik rezim Zionis menentang dimulainya perundingan dengan pemimpin mogok makan tahanan Palestina atas usulan departemen penjara Israel, dan Erdan menegaskan bahwa segala bentuk persyaratan perundingan berarti berakhirnya mogok makan tahanan Palestina.
Qaraqe lebih lanjut menyerukan rakyat Palestina untuk meningkatkan solidaritas mereka kepada para tahanan agar tekanan terhadap departemen penjara Israel meningkat, sehingga tuntutan para tahanan yang mogok makan di penuhi.
Di sisi lain, Fadwa Barghouti, istri Marwan Barghouti, pemimpin Gerakan Fatah yang mogok makan di penjara Israel, mengatakan, para tahanan Palestina tidak akan mengakhiri mogok makan mereka sebelum semua tuntutannya dipenuhi.
Menurut Fadwa Barghouti, para tahanan Palestina juga tidak akan mengakhiri mogok makan mereka kecuali jika Marwan mengintruksikan untuk mengakhirinya.
Fadwa yang juga anggota Dewan Gerakan Fatah itu menegaskan, Marwan telah mengkoordinasikan rencana-rencananya dengan semua tahanan sebelum memulai mogok makan, sebab ia mengetahui bahwa ia akan dipindahkan ke sel isolasi.
Sekitar 1.500 tahanan Palestina dilaporkan mulai mogok makan pada Senin, 17 April 2017 bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina. Aksi ini untuk memprotes perilaku buruk para sipir penjara dan berbagai pembatasan ketat lainnya.
Mogok makan para tahanan Palestina telah melewati hari ke-27 dan kondisi fisik dan kesehatan mereka kian hari memburuk. (RA)