Berlanjutnya Serangan Israel dan Kejahatan Teroris di Suriah
Serangan rezim Zionis Israel ke Suriah meningkat dalam beberapa bulan terakhir ini. Baru-baru ini, jet-jet tempur rezim ilegal ini juga membombardir posisi militer Suriah di Provinsi Quneitra.
Ketika terjadi bentrokan sengit antara pasukan Suriah dan kelompok teroris Front al-Nusra pada Sabtu (24/6/2017), jet-jet tempur Israel menyerang posisi militer Suriah di kawasan utara Dataran Tinggi Golan di Provinsi Quneitra. Serangan ini bertujuan untuk mencegah kekalahan kelompok teroris tersebut.
Namun untuk menutupi tujuan aslinya, media rezim Zionis mengklaim bahwa serangan udara ke posisi militer Suriah dilakukan untuk merespon penembakan beberapa mortir dari wilayah negara Arab ini ke daerah yang diduduki Israel.
Babak baru serangan udara militer Israel ke posisi pasukan Suriah dilancarkan ketika kelompok-kelompok teroris meningkatkan kejahatannya di berbagai daerah di negara Arab tersebut. Hal ini tentunya menunjukkkan kerjasama luas mereka dalam melakukan kejahatan dan memajukan ketamakannya untuk menduduki wilayah Suriah.
Transformasi di Suriah menunjukkan bahwa negara ini berada dalam target gerakan dan serangan poros kejahatan; yaitu rezim Zionis dan kelompok-kelompok teroris Takfiri, di mana keduanya memperoleh dukungan dari Barat. Koordinasi di antara mereka di Suriah juga tampak jelas dan menunjukkan kerjasama mereka untuk memajukan keserakahannya di negara Arab ini dan kawasan.
Ketika sebagian wilayah Suriah yaitu sebagian besar Dataran Tinggi Golan hingga sekarang masih diduduki oleh rezim Zionis, negara ini dilanda serangan luas para teroris untuk menciptakan ketidakamanan. Situasi ini menunjukkan bahwa Suriah sebagai salah satu poros utama perlawanan anti-Israel di kawasan yang memiliki posisi strategis menjadi target konspirasi besar.
Bersamaan dengan meletusnya Kebangkitan Islam di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, konspirasi Barat yang didukung oleh sejumlah rezim Arab termasuk Arab Saudi meningkat dengan tujuan memadamkan atau menyimpangkan Kebangkitan Islam di kawasan. Pada saat itu, Suriah dibanjiri kelompok-kelompok teroris dan Takfiri yang datang dari berbagai negara terutama dari Eropa dan Arab.
Kelompok-kelompok teroris yang dikontrol Barat itu menarget rakyat Suriah dan menghancurkan infrastruktur negara ini. Para konspirator berusaha agar Suriah disibukkan dengan krisis luas sehingga mereka bisa memajukan ketamakannya untuk merealisasikan Proyek Timur Tengah Baru dan menyiapkan perluasan dominasi Israel di kawasan.
Walid Mohammad Ali, pakar politik Lebanon mengatakan, kelompok-kelompok Takfiri adalah alat Amerika Serikat untuk membagi negara-negara di kawasan. Ia dalam wawancara dengan televisi al-Mayadeen di Beirut, meyinggung hubungan rezim Zionis dengan kelompok-kelompok teroris di Suriah terutama kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).
Walid mengatakan, para teroris yang terluka di Suriah dipindahkan ke Israel untuk memperoleh perawatan dan pengobatan. Selain itu, lanjutnya, dukungan logistik rezim Zionis kepada milisi bersenjata di Suriah juga berlanjut, bahkan para pejabat Tel Aviv dan pemberontak Suriah telah berulang kali menggelar pertemuan.
Dengan demikian, terorisme dan Zionisme merupakan dua instrumen Barat yang digunakan untuk memajukan ketamakan mereka di kawasan. Pasca kegagalan rezim Zionis untuk memajukan keserakahan Barat di kawasan dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah-pemerintah Barat menjalankan skenario, di mana negara-negara regional dihadapkan pada terorisme dan melalui bantuan kepada Israel, mereka akan mampu mewujudkan tujuan-tujuan fitnah dan dominasi.
Rezim Zionis yang memperoleh dukungan penuh dari AS telah menduduki tanah Palestina selama sekitar tujuh dekade ini. Dalam beberapa tahun terakhir, Israel dengan dukungan Barat berusaha agar isu pendudukan Palestina diabaikan. Upaya ini dilakukan dengan cara membuka kanal-kanal bagi kelompok-kelompok teroris supaya negara-negara di kawasan sibuk dengan konflik.
Atas dasar latar belakang tersebut, kita saat ini masih melihat meningkatnya kerjasama rezim Zionis dengan teroris dan peningkatan kejahatan mereka di Suriah. Situasi ini tentunya menambah penderitaan rakyat di negara ini.
Tidak diragukan lagi bahwa lambannya reaksi PBB terhadap kejahatan kelompok-kelompok teroris dan meningkatnya agresi rezim Zionis serta kejahatan mereka di Suriah akan menyebabkan negara ini terus menjadi ajang agresi Israel dan kelompok-kelompok teroris yang anti-kemanusiaan. (RA)