Serangan Udara AS di Irak dan Suriah Tewaskan 744 Warga Sipil
-
jet tempur AS
Kelompok pengawas yang berbasis di Inggris mengumumkan bahwa sedikitnya 744 warga sipil tewas dalam serangan udara AS di Irak dan Suriah bulan lalu.
Pada Rabu (12/7/2017), Airwars, sebuah kelompok peneliti dan jurnalis independen yang berbasis di London, menyebutkan bahwa jumlah serangan udara bersamaan pada Raqqah di Suriah dan Mosul di Irak itu "sangat destruktif."
Jumlah korban yang diumumkan Airwars lebih tinggi dari 603 warga sipil yang diklaim oleh militer AS sejak memulai operasi anti-teror di wilayah tersebut pada tahun 2014.
Direktur Airwars Chris Woods menekankan bahwa "pemberantasan" teroris Daesh oleh AS menimbulkan resiko kematian sangat tinggi bagi warga sipil.
Airwars mencatat bahwa antara 529 dan 744 warga sipil terbunuh pada bulan Juni, yang menandai kenaikan 50 persen dari angka sebulan sebelumnya.
"Sementara diperkirakan bahwa korban sipil yang tinggi akan terjadi dalam serangan Raqqah dan Mosul, ini saja tidak dapat menjelaskan korban jiwa yang sangat tinggi yang kita dan pemantau lainnya, LSM dan agen internasional dilacak," kata Woods.
Operasi pembebasan Mosul secara resmi berakhir pada hari Senin, setelah Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi mengumumkan kemenangan di kota tersebut, tiga tahun setelah jatuh ke Daesh.(MZ)