Rezim Zionis Larang Pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid al-Aqsa
-
Aparat keamanan rezim Zionis Israel
Kepolisian rezim Zionis Israel mengumumkan bahwa mereka melarang pelaksanaan Shalat Jumat di area Masjid al-Aqsa menyusul penembakan dan terlukanya aparat keamanan Israel di tempat ini.
Seperti dilansir IRIB, aparat keamanan rezim Zionis pada Jumat (14/7/2017) menangkap para penjaga Masjid al-Aqsa dan menyita ponsel mereka.
Bentrokan bersenjata antara aparat keamanan Israel dan warga Palestina di dekat Bab al-Asbat Masjid al-Aqsa di kota al-Quds, Tepi Barat menyebabkan tiga warga Palestina gugur syahid.
Operasi anti-Zionis itu juga menewaskan dua aparat keamanan Israel dan melukai seorang lainnya.
Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mereaksi operasi anti-Zionis tersebut dan mengumumkan, operasi al-Quds adalah reaksi alami atas penodaan terhadap Masjid al-Aqsa oleh Zionis dan menunjukkan kelanjutan Intifada.
Di sisi lain, Menteri Keamanan Internal rezim Zionis menilai operasi warga Palestina pada Jumat sebagai tindakan yang berbahaya dan melewati garis merah.
Menyusul syahidnya para pemuda itu, jumlah syuhada Palestina sejak meletusnya Intifada al-Quds pada awal Oktober 2015 meningkat menjadi 337 orang.
Sejak dimulainya Intifada tersebut, kota al-Quds dan Masjid al-Aqsa menjadi arena bentrokan dan target serangan warga distrik Zionis dan aparat keamanan Israel. (RA)