UEA: Upaya Kuwait untuk Mediasi Penyelesaian Krisis Arab akan Gagal
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i41238-uea_upaya_kuwait_untuk_mediasi_penyelesaian_krisis_arab_akan_gagal
Menteri Penasihat untuk Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) mengklaim bahwa upaya mediasi Kuwait untuk menyelesaikan konflik sejumlah negara Arab dengan Qatar tidak akan berhasil tanpa perubahan pendekatan politik dari Doha.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jul 18, 2017 06:43 Asia/Jakarta
  • Anwar Gargash, Menteri Penasihat untuk Urusan Luar Negeri UEA
    Anwar Gargash, Menteri Penasihat untuk Urusan Luar Negeri UEA

Menteri Penasihat untuk Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) mengklaim bahwa upaya mediasi Kuwait untuk menyelesaikan konflik sejumlah negara Arab dengan Qatar tidak akan berhasil tanpa perubahan pendekatan politik dari Doha.

Anwar Gargash pada Senin (17/7/2017) malam juga mengklaim bahwa Qatar harus mengakhiri permusuhan dan penciptaan ketegangan di kawasan.

Menurutnya, segala bentuk solusi politik dengan pemerintah Doha harus memiliki mekanisme pengawasan dan jaminan.

Menurut laporan IRNA, Gargash menuntut Turki untuk mengambil posisi netral dan logis dalam menyikapi konflik Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir dengan Qatar.

Klaim dan pernyataan Menteri Penasihat untuk Urusan Luar Negeri UEA tersebut dilontarkan ketika Khalid al-Attiyah, Menteri Pertahanan Qatar pada Senin malam telah menjawab negatif atas tuntutan empat negara Arab untuk menutup pangkalan militer Turki di negaranya sebagai prasyarat kelanjutan hubungan diplomatik.

"Tidak ada negara manapun yang berhak meminta kami untuk menutup pangkalan militer Turki di wilayah negara kami," tegasnya.

Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir menegaskan kembali kelanjutan sanksi terhadap Qatar jika pemerintah Doha tidak memenuhi tuntutan mereka.

Keempat negara Arab tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada tanggal 5 Juni 2017 dengan dalih Doha mendukung kelompok-kelompok teroris.

Mereka mengajukan 13 syarat untuk normalisasi hubungan dengan Qatar, pada 23 Juni 2017,  namun Qatar menolak tuntutan-tuntutan yang dianggapnya tidak logis dan ilegal itu.

Tuntutan terpenting Arab Saudi dan sekutunya adalah pemutusan hubungan Qatar dengan Republik Islam Iran dan penutupan pangkalan militer Turki di Qatar. (RA)