Militer Suriah Serukan Oposisi Bersenjata untuk Menyerah
-
Milisi Bersenjata di Suriah
Militer Suriah meminta oposisi bersenjata negara ini di Ghouta Timur di Provinsi Rif Dimasqh untuk meletakkan senjata mereka dan menyerah.
Seperti dilansir IRNA, Senin (14/8/2018), militer Suriah menyebarkan selebaran informasi di Zona-zona De-eskalasi Konflik dan meminta penduduk Ghouta Timur untuk bekerjasama guna memulihkan keamanan di wilayah ini serta meminta kelompok-kelompok bersenjata untuk menyerah.
Republik Islam Iran, Rusia dan Turki di akhir babak keempat perundingan damai Suriah di kota Astana, telah menandatangani kesepakatan untuk menciptakan empat Zona De-eskalasi Konflik di Suriah. Zona ini meliputi wilayah di Provinsi Idlib, sebagian Homs, Ghouta Timur, Daraa dan Quneitra.
Krisis keamanan Suriah meletus pada tahun 2011 menyusul serangan luas kelompok-kelompok teroris dan takfiri yang didukung oleh Arab Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Turki. Mereka berusaha menggulingkan pemerintahan sah Bashar al-Assad, Presiden Suriah.
Kelompok-kelompok teroris dukungan Barat dan sekutunya telah melakukan berbagai kejahatan mengerikan di Suriah yang menyebabkan ribuan orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi. (RA)