OKI: Identitas Islami Kota Al-Quds Harus Dipertahankan
-
Masjid al-Aqsa
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di statemennya menyebut rezim Zionis Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan dan kerugian situs suci di kota al-Quds khususnya Masjid al-Aqsa.
Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, OKI di statemennya yang dirilis Selasa (22/8) bertepatan dengan peringatan ke 48 pembakaran Masjid al-Aqsa menyatakan, keamanan dan stabilitas kawasan tergantung pada menjaga kehormatan, keamanan serta stabilitas tempat-tempat suci Palestina, terutama Masjid al-Aqsa.
Statemen ini seraya menekankan urgensitas dan posisi religius kota al-Quds serta keterikatan abadi Muslim dunia dengan Masjid al-Aqsa menjelaskan, berdasarkan perjanjian dan kesepakatan internasional, khususnya konvensi 4 Jenewa, penjajah Zionis tidak diijinkan melanggar tempat suci Palestina serta mengubah demografi serta geografi mereka.
OKI di statemennya menentang segala bentuk upaya merusak kedaulatan warga Palestina terhadap Baitul Maqdis serta meminta masyarakat internasional menekan Israel komitmen dengan hukum serta keputusan internasional dan mengakhiri pendudukan bumi Palestina.
21 Agustus 1969, zionis ekstrim pimpinan Denis Michael Rohan melalui aksi terorganisir dan dengan koordinasi pejabat Israel, membakar Masjid al-Aqsa. Aksi brutal tersebut merusak sebagian besar bangunan tempat suci ini. (MF)