Di balik Kunjungan Menteri Saudi ke Lebanon
Thamer Al Sabhan, Menteri urusan Teluk Persia, Arab Saudi, Rabu (23/8) lalu memulai lawatan beberapa hari ke Lebanon. Al Sabhan dalam kunjungannya ke Lebanon bertemu dengan sejumlah pejabat negara itu dan membicarakan hubungan bilateral serta masalah-masalah regional. Terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam kunjungan Menteri Saudi ini ke Lebanon.
Kunjungan Thamer Al Sabhan dilakukan segera setelah berakhirnya lawatan Hossein Jaberi Ansari, Deputi Menteri Luar Negeri Iran ke Lebanon. Sebelumnya Menteri urusan Teluk Persia itu beberapa kali berkunjung ke Lebanon, salah satu yang terpenting dilakukan akhir Oktober 2016, beberapa hari setelah terpilihnya Presiden Lebanon.
Alasan utama pemerintah Saudi mengirim Thamer Al Sabhan ke Lebanon pada momen-momen sensitif, karena dia sebelumnya menjabat sebagai Atase Militer Saudi di Beirut. Oleh karena itu, Thamer Al Sabhan dinilai memiliki pengetahuan yang lengkap tentang urusan dalam negeri dan mekanisme kekuasaan di Lebanon. Ia juga memiliki pengaruh yang besar di antara tokoh dan kelompok-kelompok politik Lebanon. Pengaruh ini sedemikian besar sehingga ia bisa menemui Saad Hariri, Perdana Menteri Lebanon di rumahnya, tidak di kantor.
Lawatan Al Sabhan ke Beirut juga dilakukan di saat pasukan Lebanon dan Hizbullah masih berperang melawan kelompok-kelompok teroris di dataran tinggi Arsal yang berbatasan dengan Suriah, dan perang ini dalam beberapa hari terakhir melewati masa-masa krisis.
Surat kabar Al Akhbar terkait hal ini menulis, bersamaannya waktu kunjungan Al Sabhan dengan perang di dataran tinggi perbatasan Lebanon-Suriah, minimal punya dua kemungkinan. Pertama, menunjukkan bahwa Saudi adalah pendukung perang ini. Kedua, Al Sabhan dengan lawatannya ini menegaskan bahwa Saudi di fase transisi Suriah, tidak berada di luar kerangka konspirasi regional. Oleh karena itu, kunjungan Thamer Al Sabhan ke Lebanon terkait langsung dengan perkembangan politik-keamanan Lebanon, juga dengan krisis Suriah.
Poin penting lainnya adalah, kunjungan Menteri Saudi itu ke Lebanon menunjukkan urgensi negara ini bagi Saudi, karena Lebanon memainkan peran penting dalam perimbangan kekuatan regional terutama konflik antara Saudi dengan Iran. Alasan mengapa lawatan Al Sabhan dilakukan segera setelah berakhirnya kunjungan Deputi Menlu Iran ke Beirut adalah karena Riyadh memiliki pandangan khusus terkait transformasi Lebanon.
Hal ini dapat disaksikan dalam pesan yang ditulis Thamer Al Sabhan di media sosial terkait peran unggul Hizbullah dalam perang melawan terorisme di dataran tinggi perbatasan Lebanon-Suriah. Dengan kata lain, pesan Thamer Al Sabhan menunjukkan bahwa pemerintah Saudi berusaha agar perimbangan kekuatan di dalam Lebanon tidak berubah menguntungkan Hizbullah. Pasalnya, perubahan perimbangan kekuatan hingga menguntungkan poros perlawanan, baik di dalam Lebanon maupun di kawasan, akan merugikan Saudi.
Terakhir, perlu diketahui bahwa lawatan Thamer Al Sabhan ke Lebanon dilakukan dalam kondisi ketika Riyadh sejak April 2015 sampai sekarang tidak punya duta besar di negara itu. (HS)