Militan Berencana Lancarkan Serangan Kimia dan Menuding Damaskus
-
militan FSA
Seorang diplomat senior Rusia memperingatkan bahwa anggota kelompok militan dukungan asing berencana melancarkan serangan kimia di provinsi Daraa di Suriah dan melimpahkan tuduhan kepada pemerintah Damaskus.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova pada Kamis (31/8/2017) mengatakan bahwa anggota kelompok Shabab al-Sunnah, yang berafiliasi dengan Free Syria Army (FSA), memiliki akses ke senjata kimia di provinsi Daraa, Suriah.
"Saat ini ada beberapa amunisi diisi dengan zat beracun di gudang senjata kelompok Shabab al-Sunnah di pemukiman Bosra al-Sham di provinsi Daraa," demikian disebutkan media mengutip juru bicara tersebut, yang menambahkan, "Menurut informasi kami, militan berencana menggunakan senjata ini untuk menyerang salah satu permukiman di provinsi Dara'a, kemudian menuding pemerintah melakukannya."
Juru bicara Rusia menegaskan, enam permukiman yaitu Hiran, Nawa, Inkhil, Jamila, Tafas dan Deira berpotensi besar menjadi target serangan kimia tersebut.
Pernyataan itu muncul di saat teroris telah menggunakan senjata pemusnah massal dalam perang mereka melawan pemerintah Damaskus.
Pada tanggal 4 April, sebuah serangan kimia terjadi di kota Khan Shaykhun di provinsi Idlib di Suriah, menewaskan lebih dari 80 orang.
Setelah serangan tersebut, negara-negara Barat bergegas membawa Damaskus bertanggung jawab atas insiden tersebut, dengan AS melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Shayrat di provinsi Homs Suriah pada tanggal 7 April, dengan alasan lapangan udara yang menjadi sasaran serangan rudal tersebut merupakan sumber serangan kimia pada 4 April.
Suriah menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa militan yang menggunakan senjata kimia.(MZ)