Pidato Terbaru Sekjen Hizbullah tentang Transformasi di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i4477-pidato_terbaru_sekjen_hizbullah_tentang_transformasi_di_kawasan
Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) mengatakan, segala bentuk agresi rezim Zionis Israel ke Lebanon di masa mendatang adalah sebuah petualangan, di mana rezim ini akan membayar mahal atas langkah itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 22, 2016 10:51 Asia/Jakarta
  • Pidato Terbaru Sekjen Hizbullah tentang Transformasi di Kawasan

Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) mengatakan, segala bentuk agresi rezim Zionis Israel ke Lebanon di masa mendatang adalah sebuah petualangan, di mana rezim ini akan membayar mahal atas langkah itu.

Sayid Hassan Nasrullah mengungkapkan hal itu dalam pidatonya pada Senin (21/3/2016) malam ketika menjelaskan transformasi regional terutama ancaman Israel terhadap Lebanon.

Ia menambahkan, rezim Zionis Israel tidak akan masuk ke peperangan apapun tanpa persetujuan dari Amerika Serikat. Namun jika rezim ini atas kebodohan dan gila perangnya melancarakan agresi ke Lebanon, maka Israel akan menebus petualangannya itu dengan harga yang sangat mahal.

"Pasukan Muqawama (Hizbullah) secara terus menerus meningkatkan kemampuannya. Ini adalah hak mereka untuk mempertahankan diri dan negaranya," kata Sayid Nasrullah seperti dikutip al-Mayadeen.

Sekjen Hizbullah menuturkan, Israel setiap hari melanggar zona udara, laut dan darat Lebanon. Tindakan ini mengindikasikan bahwa Tel Aviv sedang menyiapkan dirinya untuk mengagresi Lebanon.

"Jika rezim Zionis mengagresi Lebanon, maka kami berhak untuk menarget setiap titik di Israel terutama instalasi nuklir rezim ini," ujarnya.

Sayid Nasrullah lebih lanjut menyinggung babak baru spionase rezim Zionis melalui jaringan telekomunikasi Lebanon.

"Langkah spionase Israel melalui jaringan-jaringan telekomukasi dan internet Lebanon sangat berbahaya " jelasnya.

Sekjen Hizbullah juga menyinggung persamaan sikap Rusia dan Republik Islam Iran terkait krisis Suriah.

Ia mengatakan, keputusan Rusia untuk masuk ke Suriah bukan hal yang mengherankan, dan selama beberapa bulan masalah itu telah dibahas di antara para pejabat level tinggi Iran, Rusia dan Suriah, dan kami juga mengetahuinya.

"Kami telah mencapai berbagai prestasi dan kemenangan luas dalam perang melawan para teroris Takfiri di Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Hal inilah yang membuat kemarahan para pendukung kelompok-kelompok teroris seperti Arab Saudi," ungkapnya.

Sayid Nasrullah mengatakan, keputusan Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) untuk memasukkan Hizbullah ke dalam daftar organisasi teroris adalah keputusan Arab Saudi. Negara-negara lain dari anggota dewan ini menentang keputusan tersebut.

"Sebenarnya yang menyebut kita sebagai teroris bukan rakyat Arab Saudi tetapi rezim Al Saud," tegasnya.

Menurut Sekjen Hizbullah, permusuhan rezim Al Saud terhadap Muqawama (Hizbullah) berhubungan dengan kebijakan-kebijakan rezim ini di kawasan terutama di Lebanon. Sebab, Al Saud ingin melenyapkan Hizbullah. Namun meski ada upaya seperti itu, Hizbullah tetap harum dan dihormati oleh negara-negara Arab dan Islam.

Sekjen Hizbullah dalam pidatonya juga menyinggung transformasi di Suriah. Sayid Nasrullah menjelaskan, pihak asing seharusnya tidak memaksakan solusi menurut pandangan mereka terhadap rakyat Suriah terkait penyelesaian politik atas krisis di negara ini. Mereka harus membiarkan rakyat Suriah sendiri yang mengambil keputusan untuk masa depan negaranya sendiri. (RA)