Menanti Perubahan Sikap Arab Soal Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i44821-menanti_perubahan_sikap_arab_soal_suriah
Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, mayoritas masyarakat Arab mendukung rakyat Suriah dalam menghadapi terorisme, sedangkan rezim-rezim Arab – yang telah mensponsori dan mendanai terorisme di Suriah – tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan mayoritas tersebut.
(last modified 2026-06-20T17:21:50+00:00 )
Sep 24, 2017 14:05 Asia/Jakarta

Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, mayoritas masyarakat Arab mendukung rakyat Suriah dalam menghadapi terorisme, sedangkan rezim-rezim Arab – yang telah mensponsori dan mendanai terorisme di Suriah – tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan mayoritas tersebut.

Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan sebuah delegasi parlemen Mauritania di Damaskus, Sabtu (23/9/2017).

Menurut Assad, kunjungan delegasi masyarakat Arab ke Suriah memiliki arti istimewa dan khusus bagi rakyat Suriah, terutama karena mayoritas masyarakat Arab mendukung rakyat negara ini.

Liga Arab membekukan keanggotaan Suriah di organisasi tersebut pada November 2011 atau beberapa bulan setelah pecahnya krisis Suriah, yang bersumber dari konspirasi internasional untuk menggulingkan pemerintahan sah di Damaskus.

Negara-negara Arab sekutu Barat ingin menyeret Suriah dalam sebuah konflik internal atau mendorong negara itu ke dalam sebuah pengucilan regional dan internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Suriah menghadapi sebuah krisis yang dirancang oleh Barat sehingga nama negara itu dapat dihapus dari barisan front perlawanan anti-rezim Zionis Israel di Timur Tengah.

Keberadaan Suriah di antara negara-negara perlawanan anti-Israel mengindikasikan peran efektif Damaskus dalam membangun koalisi regional untuk menghadapi berbagai konspirasi musuh.

Perlawanan Suriah terhadap teroris telah menggagalkan konspirasi mereka seketika dan kinerja efektif pemerintah Damaskus dalam melewati krisis telah menyita perhatian dunia. Perkembangan baru ini menempatkan Suriah sebagai sebuah keteladanan sukses bagi bangsa-bangsa Arab.

Kesuksesan ini semakin memperkuat posisi Presiden Assad di panggung nasional dan internasional. Transformasi yang muncul pasca kesuksesan Suriah juga melahirkan perubahan signifikan dalam sikap para pemimpin regional dan internasional yang menguntungkan Damaskus.

Dalam situasi sekarang, para pemimpin Arab lebih baik berbicara tentang pemulihan status Suriah di Liga Arab ketimbang terus-terusan menyerang negara itu. Mereka tampaknya perlu meninjau ulang kebijakan keliru Liga Arab menyangkut krisis regional serta mengambil sikap yang rasional dan independen.

Liga Arab terpengaruh oleh bisikan Barat dalam mengambil kebijakan yang tidak rasional dan anti-Suriah. Ini adalah puncak ketidakbijaksaan Liga Arab di hadapan rakyat Suriah.

Sikap negara-negara Arab termasuk Saudi yang mengekor Barat, juga membuat keputusan mereka tidak didengar oleh publik Arab. Bangsa-bangsa Arab justru semakin mempererat hubungan mereka dengan rakyat dan pemerintah Suriah. Hal ini menandakan posisi penting Suriah di tengah bangsa Arab dan peran efektif elemen sipil dalam membuat keputusan yang tepat untuk menghadapi krisis. (RM)