Urganistas Lawatan Raja Salman ke Rusia Menurut Riyadh
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i45429-urganistas_lawatan_raja_salman_ke_rusia_menurut_riyadh
Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Rabu (4/10) bersama delegasi yang disinyalir sekitar 1000 orang tiba di Moskow, Rusia.
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Okt 05, 2017 15:51 Asia/Jakarta
  • Raja Salman dan Vladimir Putin
    Raja Salman dan Vladimir Putin

Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Rabu (4/10) bersama delegasi yang disinyalir sekitar 1000 orang tiba di Moskow, Rusia.

Ini merupakan kunjungan pertama Raja Salman ke Rusia. Sejumlah pihak meyakini bahwa kunjungan Raja Salman ke Moskow sebuah kunjungan bersejarah, sejumlah lainnya menilai lawatan ini sebagai kunjungan biasa dan tidak mampu mengubah hubungan kedua negara. Hal ini karena Arab Saudi sepanjang sejarah memiliki kecenderungan kepada Amerika dan tercatat sebagai sekutu Washington di Timur Tengah.

Kunjungan Raja Salman ke Moskow sangat penting bagi kedua negara. Banyak faktur yang mempengaruhi hubungan kedua negara, di antaranya isu minyak, senjata dan transformasi Timur Tengah. Kunjungan ini bagi Rusia sendiri cenderung urgen dari sisi ekonomi (minyak dan senjata), namun bagi Arab Saudi kunjungan penting dari berbagai sisi.

Salah satu dalih utama pentingnya kunjungan ini bagi Arab Saudi terkait kebijakan dalam negeri Riyadh. Raja Salman berusaha mendudukkan putranya, Pangeran Mohammad yang saat ini menjabat putra mahkota sebagai raja menggantikan dirinya. Dukungan Rusia dalam hal ini akan memuluskan jalannya rencana Raja Salman. Mohammad bin Salman sebelum diangkat sebagai putra mahkota Arab Saudi telah berkunjung ke Moskow dan berbagai berita yang ada menunjukkan bahwa ia mampu meraih dukungan Rusia.

Urgensitas lain kunjungan ini bagi Arab Sauti berkaitan dengan kondisi kawasan Timur Tengah khususnya transformasi Suriah. Arab Saudi dan Rusia memiliih jalur berbeda dan bertentangan dalam menyikapi Suriah. Arab Saudi tercatat pendukung kubu anti pemerintah Bashar al-Assad dan salah satu sponsor utama kelompok teroris di krisis Damaskus.

Sementara Rusia selain membela pemerintahan sah Suriah, di sektor militer juga membantu Damaskus dalam memerangi kelompok teroris. Kehadiran militer Rusia di Suriah salah satu faktor yang merusak konstelasi kekuatan dan menguntungkan pemerintah Suriah dalam melawan teroris.

Dalam hal ini,  Sergei Markov, staf lembaga riset politik di Rusia meyakini bahwa Arab Saudi di Suriah gagal dan kini sepertinya kelompok pro Arab Saudi khususnya Front al-Nusra akan mengalami kerugian sangat besar. Tugas utama raja Arab Saudi adalah menjamin kelanggengan kelompok pro Riyadh di Suriah pasca perang.

Dimensi lainnya dari urgensitas kunjungan Raja Salman ke Moskow bagi Riyadh adalah sektor senjata. Meski di bidang ini kepentingan ekonomi Rusia juga terjamin, namun Arab Saudi juga berminat membeli rudal balistik dan sistem anti rudal Moskow. Sepertinya di kunjungan Raja Salman ini juga akan ditandatangani kontrak pembelian senjata antara Riyadh dan Moskow.

Poin terakhir yang tidak boleh dilupakan adalah Rusia bagi Arab Saudi posisinya masih di bawah Amerika. Sama halnya posisi Arab Saudi di mata Rusia masih kalah dengan Republik Islam Iran.

Kini apakah kunjungan ini akan mendorong pengokohan hubungan kedua negara dan kian dekatnya sikap mereka terkait transformasi Timur Tengah atau tidak, hal ini tentunya masih masih membutuhkan waktu. (MF)