Reaksi Kemlu Irak terhadap Penghinaan AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i46328-reaksi_kemlu_irak_terhadap_penghinaan_as
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak mengecam pernyataan Heather Nauert, jubir Kemlu Amerika Serikat yang menyebut Abu Mahdi al-Muhandis, Wakil Komandan Pasukan Relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi sebagai teroris.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Okt 28, 2017 13:09 Asia/Jakarta

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak mengecam pernyataan Heather Nauert, jubir Kemlu Amerika Serikat yang menyebut Abu Mahdi al-Muhandis, Wakil Komandan Pasukan Relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi sebagai teroris.

Ahmed al-Hajib merespon penghinaan tersebut dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam, 27 Oktober 2017. Ia membela pasukan relawan Irak dan menegaskan bahwa al-Hashd al-Shaabi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari militer Irak.

Al-Hajib menjelaskan, al-Hashd al-Shaabi dengan penuh keberanian berada di samping pasukan Irak dalam menumpas kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS). Ia menegaskan, Abu Mahdi al-Muhandis telah banyak melakukan pengorbanan bagi Irak.

Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak pada pertengahan pekan lalu juga mereaksi kebohongan para pejabat AS terhadap al-Hashd al-Shaabi. Ia menegaskan, pasukan relawan ini adalah harapan bagi Irak dan kawasan.

Parlemen Irak pada tanggal 26 November 2016 dengan suara bulat menyetujui pasukan al-Hashd al-Shaabi sebagai bagian resmi dari Angkatan Bersenjata negara ini. Konspirasi AS dalam beberapa hari terakhir terhadap pasukan relawan Irak menunjukkan memuncaknya kemarahan para pejabat Washington terhadap peran pasukan ini dalam perkembangan di Irak dan berbagai kesuksesan negara ini dalam menumpas teroris Daesh.

Rakyat Irak –yang bersandar kepada kapasitas-kapasitas internal terutama kepada pasukan al-Hashd al-Shaabi untuk memperkuat pilar-pilar pertahanannya– telah berhasil menggagalkan rencana AS untuk melemahkan dan membagi wilayah negara ini dengan cara menghadapkan Irak kepada terorisme. Hal itulah yang menjadi penyebab utama dan pemicu kemarahan para pejabat AS.

Meningkatnya popularitas al-Hashd al-Shaabi di Irak dan kawasan juga telah berubah menjadi benteng kuat rakyat negara Arab ini dalam menghadapi terorisme, dan bahkan menjadi model dan contoh dalam menumpas teroris di kawasan. Peran dan pengaruh pasukan relawan Irak tersebut telah menghancurkan semua perimbangan AS yang berusaha memajukan tujuan-tujuannya melalui pembinaan kelompok-kelompok teroris.

Prestasi itu juga telah mengungkap klaim-klaim palsu para pejabat Washington untuk menumpas terorisme, dan pada saat yang sama juga menunjukkan ketidakmampuan apa yang disebut sebagai Koalisi anti-Daesh pimpinan AS.

Tuduhan-tuduhan para pejabat Gedung Putih terhadap pasukan relawan Irak dilontarkan ketika AS membagi terorisme menjadi baik dan buruk dan melanjutkan interaksinya dengan para teroris, dimana dalam format ini, Washington berusaha untuk melegitimasi kelompok-kelompok teroris yang didukungnya.

Dalam suasana tersebut, rakyat Irak menegaskan pentingnya untuk mengakhiri gerakan ilegal, sewenang-wenang dan interventif koalisi anti-Daesh pimpinan AS di negara Arab ini. Opini publik Irak juga menuntut penarikan pasukan AS dari negara mereka, sebab hingga kini, ratusan tentara AS masih berada di Irak dengan dalih menumpas terorisme.

Meski ada tuntutan tersebut, namun para pejabat AS tetap melanjutkan kebijakan bias dan memecah belah di Irak. Negara ini berusaha agar pasukannya tetap di Irak pasca hancurnya Daesh dan memajukan tujuan-tujuan militernya di negara ini. Kebijakan tersebut tentunya akan membuat Irak menghadapi bahaya baru pasca musnahnya teroris takfiri.

Reaksi para pejabat Irak atas berbagai propaganda dan kebohongan para pejabat AS dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kewaspadaan mereka dalam menghadapi kebijakan jahat AS dan upayanya untuk membalikkan fakta.

Transformasi terbaru menunjukkan kegagalan konspirasi dan propaganda AS terhadap pasukan Muqawama di Irak dan kawasan dan kegagalan segala bentuk upaya untuk mencoreng citra pasukan tersebut di hadapan bangsa-bangsa regional. Pujian dan dukungan Kemlu Irak kepada Wakil Komandan al-Hashd al-Shaabi merupakan tanda dari kegagalan upaya tersebut. (RA)