Netanyahu Tangguhkan Penggabungan Qods Timur ke Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i46353-netanyahu_tangguhkan_penggabungan_qods_timur_ke_israel
Derasnya tekanan dan berbagai peringatan masyarakat internasional akhirnya memaksa PM Israel, Benjamin Netanyahu, menangguhkan voting soal penggabungan Qods Timur ke Palestina pendudukan.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Okt 29, 2017 12:53 Asia/Jakarta
  • Distrik Zionis
    Distrik Zionis

Derasnya tekanan dan berbagai peringatan masyarakat internasional akhirnya memaksa PM Israel, Benjamin Netanyahu, menangguhkan voting soal penggabungan Qods Timur ke Palestina pendudukan.

Fars News melaporkan, seorang pejabat Israel yang menolak namanya dipublikasikan pada Ahad pagi (29/10/2017) mengatakan, Netayahu menangguhkan voting draf undang-undang terkait penggabungan Qods Timur dengan Palestina pendudukan.

Voting soal penggabungan Qods Timur ke dalam wilayah Palestina pendudukan itu mengemuka pada sidang kabinet Israel dan jika disetujui, maka permukiman Zionis di Qods Timur akan digabungkan ke dalam wilayah Palestina pendudukan.

Sebagian pihak berpendapat bahwa alasan di balik penangguhan tersebut adalah peluang agar Netanyahui dapat berdiskusi terlebih dahulu dengan Amerika Serikat. Namun kelompok penentang usulan itu berpendapat bahwa penggabungan Qods Timur akan memicu kemarahan internasional.

Sebelumnya, Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB pada Kamis pekan lalu telah memperingatkan 130 perusahaan Israel yang aktif di Palestina pendudukan, akan menghadapi sanksi jika melanjutkan pembangunan permukiman Zionis.

Rezim Zionis telah menetapkan 42 persen wilayah Tepi Barat Sungai Jordan untuk pembangunan permukiman Zionis.

Pembangunan permukiman Zionis merupakan salah satu intrik Israel untuk mengubah tatanan demografi di Palestina pendudukan. Bahkan resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2334 tidak mampu mencegah Israel melanjutkan pembangunan permukiman tersebut.(MZ)