Trump Klaim Perang dengan Iran Hampir Berakhir
https://parstoday.ir/id/news/world-i188518-trump_klaim_perang_dengan_iran_hampir_berakhir
Pars Today - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News mengklaim bahwa perang dengan Iran hampir berakhir dan Iran sangat mendambakan kesepakatan.
(last modified 2026-04-15T04:35:21+00:00 )
Apr 15, 2026 10:53 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News mengklaim bahwa perang dengan Iran hampir berakhir dan Iran sangat mendambakan kesepakatan.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Rabu, 15 April 2026, Presiden AS Selasa malam waktu setempat dalam wawancara dengan Fox News mengenai alasan memulai perang dengan Iran mengklaim, "Saya harus mengubah arah, karena jika tidak, Iran saat ini sudah memiliki senjata nuklir."

Menjawab pertanyaan apakah perang dengan Iran telah berakhir, Trump mengatakan, "Saya pikir sudah mendekati akhir, ya. Maksud saya, begitulah cara saya melihatnyak, sudah mendekati akhir."

Trump menambahkan, "Jika saya mundur sekarang, butuh 20 tahun untuk membangun kembali negara itu, dan pekerjaan kami belum selesai. Kita lihat saja nanti."

Presiden AS, yang tengah mencari jalan keluar diplomatik dari krisis dan perang tanpa alasan yang ia ciptakan sendiri, mengklaim, "Saya pikir mereka sangat mendambakan kesepakatan." Trump sebelumnya juga mengklaim bahwa Iran telah menghubungi pemerintahannya, dan menyatakan bahwa "mereka sangat menginginkan kesepakatan".

Presiden AS juga mengklaim bahwa dialog dengan Iran dapat dilanjutkan dalam dua hari ke depan di Pakistan. Setelah perang 40 hari Ramadan, gencatan senjata dua pekan antara Iran dan AS dimulai dengan mediasi Pakistan. Negosiasi antara Tehran dan Washington berlangsung pada Sabtu (11 April 2026) di Islamabad, Pakistan, dengan Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, memimpin delegasi Iran, dan Wakil Presiden AS J.D. Vance memimpin delegasi Amerika. Namun, negosiasi tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Wakil Presiden Trump, setelah 20 jam negosiasi dengan delegasi Iran dan sebelum meninggalkan Islamabad, secara praktis menuntut pelucutan senjata strategis Iran tanpa imbalan apa pun.

Dalam pernyataannya yang, dalam kerangka hukum internasional, logika negosiasi, dan realitas lapangan, dapat didefinisikan sebagai "tuntutan di luar batas diplomasi" dan semacam "permintaan penyerahan tanpa syarat", ia mengumumkan berakhirnya negosiasi Islamabad tanpa tercapainya kesepakatan.(sl)