17 Negara Eropa Mengecam Kejahatan Zionis di Lebanon
-
Dampak serangan Israel ke Lebanon
Pars Today – 17 negara Eropa mengutuk serangan berat rezim Zionis terhadap Lebanon dan menuntut agar negara tersebut dimasukkan ke dalam gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurut laporan kantor berita Mehr yang mengutip Al-Mayadeen, para menteri luar negeri dari 17 negara Eropa mengeluarkan pernyataan bersama mengenai Lebanon, di mana mereka menuntut agar negara tersebut dimasukkan ke dalam upaya regional untuk meredakan ketegangan.
Para menteri luar negeri dari Australia, Belgia, Kroasia, Siprus, Denmark, Spanyol, Finlandia, Prancis, Yunani, Islandia, Luksemburg, Malta, Portugal, Norwegia, Inggris, Slovenia, dan Swedia, hari ini Selasa (14/4/2026), mengeluarkan pernyataan bersama mengenai Lebanon dan menuntut agar negara tersebut dimasukkan ke dalam upaya regional untuk meredakan ketegangan.
Dalam pernyataan tersebut, semua pihak diminta untuk berusaha mencapai solusi politik yang berkelanjutan. Para penandatangan pernyataan tersebut menekankan bahwa kelanjutan perang di Lebanon membahayakan upaya regional saat ini untuk meredakan ketegangan. Mereka menyambut baik upaya untuk meredakan ketegangan di kawasan dan, tanpa menyebutkan nama Amerika Serikat dan rezim Zionis, meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk sepenuhnya menghormati gencatan senjata.
Para menteri luar negeri negara-negara Eropa mendesak dimulainya segera upaya meredakan ketegangan dan memanfaatkan peluang gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. Mereka mengutuk serangan berat rezim Zionis terhadap Lebanon pada 8 April yang menewaskan dan melukai ratusan orang.
Dalam pernyataan mereka, 17 menteri tersebut menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sesuai dengan hukum humaniter internasional, serta menolak serangan Israel terhadap pasukan sementara PBB di Lebanon.
Mereka juga menegaskan pentingnya menghormati integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon, menyatakan solidaritas penuh dan dukungan tetap terhadap pemerintah serta rakyat Lebanon. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan darurat bagi lebih dari satu juta pengungsi di Lebanon, dengan koordinasi pemerintah negara tersebut.
Perilisan pernyataan ini terjadi sementara penjajah Zionis terus meningkatkan kejahatan mereka di berbagai wilayah Lebanon, terutama di selatan, yang menyebabkan peningkatan jumlah korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan infrastruktur sipil dan fasilitas kesehatan serta sosial di negara tersebut. (MF)