Parlemen Suriah Kecam Intervensi Militer Turki
-
Pasukan Turki di Afrin
Parlemen Suriah dalam statemen terbarunya mengecam aksi militer Turki di kota Afrin yang terletak di wilayah utara negara ini.
IRNA Senin malam (22/1) melaporkan, parlemen Suriah meminta Uni parlemen dunia dan anggota OKI ikut mengecam agresi militer yang dilakukan Turki di wilayah utara Suriah.
"Pemerintahan Erdogan menyerang kota Afrin, Suriah dengan alasan menjaga keamanan nasionalnya untuk menghadapi terorisme, tapi ironisnya malah membunuh, menghancurkan dan melanggar undang-undang internasional yang menyebabkan eskalasi instabilitas di kawasan," kata parlemen Suriah dalam statemennya.
"Agresi militer Turki terhadap wilayah Suriah dan pembunuhan orang dan penghancuran rumah mengindikasikan permusuhan negara ini di balik sandiwara kemanusiaannya yang menunjukkan negara ini menghendaki kawasan dalam kondisi tidak stabil, dan mengobarkan api konflik berkelanjutan," tegasnya.
Agresi militer terbaru Turki di wilayah utara Suriah berlangsung di saat negara Arab ini sedang melanjutkan aksi pembersihan terorisme.
Tentara Turki hari Sabtu melancarkan operasi militer "Ranting Zaitun" di kota Afrin yang terletak di wilayah utara Suriah dengan alasan memperkuat keamanan dan stabilitas di perbatasan negara ini dengan Suriah, serta menumpas kelompok teroris Daesh dan gerakan separatis Kurdi, PKK dan PYD dan YPG.
Aksi militer Turki ini memicu reaksi dari pemerintah Suriah yang menilai langkah Ankara ini melanggar kedaulatan negaranya, dan Damaskus menyerukan publik internasional untuk menghentikan petualangan militer Turki tersebut.(PH)