Saudi Bantu Irak Jika Pasukan Rakyat Mundur dari Wilayah Daesh
-
Al Hashd Al Shaabi
Habib Al Tarafi, salah satu anggota Parlemen Irak, Kamis (1/2) mengecam syarat yang ditetapkan Arab Saudi untuk membantu proses rekonstruksi Irak dan menyebutnya sebagai syarat yang tidak bisa diterima.
IRNA (2/2) melaporkan, Habib Al Tarafi mengatakan, Saudi bersedia berpartisipasi dalam proses rekonstruksi Irak dengan syarat pasukan Al Hashd Al Shaabi ditarik mundur dari wilayah-wilayah yang berhasil dibebaskan dari tangan Daesh.
Ia menambahkan, penetapan syarat oleh Saudi ini termasuk intervensi nyata atas urusan dalam negeri Irak.
Menurut anggota Parlemen Irak itu, pasukan Al Hashd Al Shaabi adalah bagian tak terpisahkan dari angkatan bersenjata Irak. Mereka berhasil menjauhkan bahaya bukan saja dari Irak bahkan dari kawasan.
Sementara Duta Besar Iran untuk Irak, 25 Januari 2018 dalam sebuah pertemuan di Baghdad mengatakan, Republik Islam Iran sebagaimana di masa perang melawan terorisme, di era rekonstruksi dan pembangunan, juga akan membantu rakyat dan pemerintah Irak.
Krisis Irak pecah di tahun 2014 seiring dengan serangan luas kelompok teroris Daesh dukungan Saudi dan Amerika Serikat untuk mengubah konstelasi politik kawasan sehingga menguntungkan rezim Zionis Israel.
Militer Irak dibantu pasukan relawan rakyat negara itu dan para penasihat militer Iran, Jumat, 17 November 2017 berhasil membebaskan kota Rawa di Provinsi Al Anbar, Barat Irak yang merupakan benteng terakhir Daesh di negara itu. Dengan dibebaskannya kota ini, secara praktis aktivitas Daesh di Irak sudah berakhir. (HS)